Banjir di Wajo

Banyak Tanaman Padi Puso Akibat Banjir, DPKP Wajo Taksir Kerugian Capai Rp 18 M

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo mencatat, ada sekitar 9.284,5 ha yang terendam banjir.

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI
Sawah warga di Kabupaten Wajo yang terdampak banjir, Kamis (23/7/2020). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Banjir di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan berdampak pada sektor pertanian masyarakat.

Banjir yang malanda Kabupaten Wajo selama dua bulan, membuat sejumlah tanaman padi masyarakat rusak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo mencatat, ada sekitar 9.284,5 ha yang terendam banjir.

Sementara, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Wajo mencatat, ada 7.273 ha padi warga yang gagal panen atau puso. Taksiran kerugian untuk sektor pertanian sendiri mencapai Rp 18 miliar.

Kepala DPKP Wajo, Muhammad Ashar menyebutkan, data dampak banjir tersebut akan sesegera mungkin dilaporkan ke Pemprov dan Kementerian Pertanian RI.

"Baru dilaporkan ke Kementan dan dinas provinsi untuk usulan bantuan petani yang terdampak banjir," katanya, Kamis (23/7/2020).

Bantuan yang diusulkan berupa bantuan benih. Namun, Muhammad Ashar belum menyebutkan kapan bantuan tersebut akan disalurkan.

"Baru dilaporkan, saya usulkan bantuan benih untuk lokasi yang puso. Untuk sementara itu, untuk pupuk belum," katanya.

Sementara, masyarakat di Kecamatan Pitumpanua berharap bantuan benih segera disalurkan. Apalagi, banjir di bagian utara Kabupaten Wajo itu telah surut.

"Dua kali banjir datang, dua kali juga kena sawah. Terakhir paling parah karena kita baru menanam tiba-tiba datang baniir," kata warga, Muhaimin.(*)

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved