Breaking News:

Rembuk Stunting

Warga Desa Baring di Pangkep Gelar Rembuk Stunting, Meski Dana Desa Lebih Banyak untuk Covid-19

ada tiga orang pengidap gizi buruk di Desa Baring, 32 orang pengidap gizi kurang, serta tiga balita yang sangat pendek.

Courtesy: Maryani/Pendamping Desa di Kecamatan Segeri
Suasana Rembuk Stunting di Desa Baring, Kecamatan Segeri, Pangkep, Rabu (22/7/2020). Rembuk Stunting ini dihadiri Camat Segeri Syahrul Sipato dan Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (TA PSD) Andi Ombong Sapada. 
Maryani, Pendamping Desa Di Kecamatan Segeri-Pangkep
Maryani, Pendamping Desa Di Kecamatan Segeri-Pangkep (dok.tribun)

Maryani
Pendamping Desa Kecamatan Segeri
Melaporkan dari Pangkep

TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP - Pemerintah Desa Baring, Kecamatan Segeri, Pangkep, menggelar Rembuk Stunting, Rabu (22/7/2020). Rembuk Stunting ini upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Di sela pelaksanaan Rembuk Stunting, panitia selalu menyerukan untuk memperhatikan protokol kesehatan.

Cuci tangan dan pengukuran suhu tubuh diwajibkan bagi peserta sebelum memasuki Aula Pertemuan.

Hadir Camat Segeri Syahrul Sipato.

Fasilitator Gizi Puskesmas Baring, Atika, yang menjadi narasumber Rembuk Stunting tersebut, menjelaskan apa itu stunting dan upaya pencegahannya. Dia memaparkan perkembangan gizi Balita di Desa Baring.

Disebutkan, ada tiga orang pengidap gizi buruk di Desa Baring, 32 orang pengidap gizi kurang, serta tiga balita yang sangat pendek.

Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (TA PSD), Andi Ombong Sapada, dalam sambutannya agar Rembuk Stunting memperhatikan 5 layanan konvergensi stunting. Sasarannya ibu hamil dan Baduta.

Adapun lima paket layanan tersebut adalah Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)), Konseling Gizi Terpadu, Perlindungan Sosial, Air bersih dan sanitasi, serta Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Saya berharap hasil dari Rembuk Stunting ini diperioritaskan untuk dibahas dalam musyawarah desa untuk dimasukkan dalam pendanaan Tahun 2021,” ujar Andi Ombong Sapada.

Pejabat Sementara Desa Baring Dra Hj Ratnawati Sapa MSi menyampaikan kepada peserta Rembuk Stunting bahwa meskipun dana desa tahun ini banyak dialihkan ke BLT Covid-19, tapi tetap tersedia untuk penanganan stunting. Dia memastikan tetap disediakan dana untuk pemberian makanan tambahan pada kegiatan posyandu sebagai wujud perhatian yang serius untuk pencegahan stunting di Desa Baring.(*)

Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved