Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Belajar Online

Siswi MTs di Bulukumba Pinjam HP Tetangga untuk Belajar Online

Mereka tak lagi belajar dalam ruangan kelas di lingkungan sekolah, akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/FIRKI
Siswi Madrasah Tsanawiah (MTs) PP Nurul Falah Borongganjeng Bulukumba, Asti Dewi Putri (13 tahun). 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Murid dan siswa di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), harus beradaptasi dengan kebiasaan baru dalam proses pembelajaran.

Mereka tak lagi belajar dalam ruangan kelas di lingkungan sekolah, akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

Tapi kini mereka harus beradaptasi dengan situasi baru, yakni belajar dalam jaringan (daring) atau sistem online dari rumah.

Hanya saja, masih ada beberapa siswa yang belum memiliki gawai untuk mendukung pembelajaran melalui virtual.

Seperti yang dialami siswi kelas dua Madrasah Tsanawiah (MTs) PP Nurul Falah Borongganjeng Bulukumba, Asti Dewi Putri (13).

Untuk bisa melaporkan hasil belajar dan tugasnya kepada sang guru, Asti harus meminjan handphone (HP) tetangganya.

Karena para siswa diberikan kewajiban mengumpulkan foto hasil tugasnya melalui grup WhatsApp yang dibuat oleh guru.

"Karena tidak punya HP, tapi ada tugas dari guru. Tidak ada uangnya orangtua untuk beli HP," kata anak yang berasal Desa Garuntungan, Kecamatan Kindang itu, Rabu (22/7/2020).

Ia mengaku, tetangganya tersebut dengan ikhlas meminjamkan H dan tak mewajibkan Asti untuk membayar kuota internet yang tekah dipakainya.

Guru Asti Dewi Putri di MTs PP Nurul Falah Borongganjeng, Asri (26 tahun) mengaku mengetahui keadaan siswanya tersebut.

Keluarga Asti memang berada dalam kategori masyarakat yang perekonomiannya di bawah level menengah.

"Iya, orangtuanya petani. Jadi sebenarnya ini solusi untuk Asti, kita umumkan di kelas, siapa yang tetangga dengan Asti. Nanti bisa gunakan HP temannya untuk kirim tugas," kata Asri.

Asri juga mengakui, bahwa beberapa siswanya bahkan ada yang kesulitan mengakses internet karena jaringan yang tidak mendukung.

Seperti beberapa siswanya yang bermukim di Desa Kahayya, Kecamatan Kindang.

Sehingga dirinya terkadang memaklumi jika ada siswanya yang lambat mengirimkan tugasnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved