Tribun Mamasa
Korban Pencabulan Ayah Kandung di Mamasa Ditolak Warga, Begini Kondisinya Sekarang
Kasus pertama, yakni warga Kecamatan Tawalian yang dicabuli ayah kandung, kakak kandung beserta sepupunya sendiri.
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Sudirman
TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Kepolisian Resort Mamasa, Sulawesi Barat menangani sedikitnya dua kasus pelecehan seksual anak di bawah umur.
Kasus pertama, yakni warga Kecamatan Tawalian yang dicabuli ayah kandung, kakak kandung beserta sepupunya sendiri.
Kasus ini pertama kali mendapat penanganan Kepolisian Resort Mamasa pada 27 Januari 2020.
Dari informasi yang diperoleh beberapa pekan lalu dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Mamasa, saat ini wanita remaja yang jadi korban kekerasan seksual itu telah melahirkan anak laki-laki.
Ironisnya, korban tersebut nyaris terlantar lantaran tak ada rumah singgah yang disediakan oleh pemerintah.
Sementara korban dan ibunya sudah mendapat penolakan dari warga di kampungnya.
Beruntung, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan bisa menampung korban beserta ibunya di rumah pribadinya.
Kasus kedua, yakni kasus ayah tiri yang mencabuli anak tirinya yang masih berusia 16 tahun, warga Desa Salu Balo, Kecamatan sumarorong.
Saat ini, korban telah melahirkan kurang lebih sepekan yang lalu di rumahnya di desa itu.
Namun ironis lagi lantaran ia harus menanggung aib dan terpaksa melahirkan di rumahnya, jauh dari fasilitas kesehatan yang layak.
Untuk mendapat perawatan yang lebih baik, Satuan Reserse Kriminal dan sejumlah bidan terpaksa menjemput korban.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mamasa, Iptu Dedi Yulianto mengatakan, pihaknya berinisiatif untuk menjemput korban lantaran tempatnya saat ini kurang layak.
Dengan begitu, pihaknya kata Dedi, dapat memberikan pelayanan kesehatan yang baik bagi korban.
"Korban ini baru sudah melahirkan, sementara kondisi di sini tidak memungkinkan," katanya kepada wartawan, di tempat kejadian perkara di Salu Balo, Rabu (22/7/2020) sore tadi.
Selain alasan kesehatan, korban juga dijemput lantaran ada keresahan dari warga sekitar terkait kasus pencabulan itu.
Laporan wartawan @sammy_rexta