Banjir Bandang Luwu Utara

Cerita Personel Damkar Wajo Cari Korban Banjir Bandang Masamba

Air bah yang datang bersama tanah itu menenggelamkan pemukiman warga. Bahkan, di beberapa titik, yang tampak cuma atap rumah warga.

TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH
Personel Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Wajo, bersama Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap korban banjir bandang Masamba yang masih dinyatakan hilang, Rabu (22/7/2020). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Pemerintah Kabupaten Wajo menunjukkan kepuduliannya terhadap korban banjir bandang Masamba, Kabupaten Luwu Utara.

Lima orang personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Wajo diutus untuk bergabung bersama Tim SAR gabungan untuk mengevakuasi korban bencana banjir bandang, pada Senin (13/7/2020) lalu.

Salah satu personel Damkar dan Penyelamatan Wajo, Wahyu Sahputra menceritakan pengalamannya membantu proses evakuasi di tengah bencana, Rabu (22/7/2020).

Air bah yang datang bersama tanah itu menenggelamkan pemukiman warga. Bahkan, di beberapa titik, yang tampak cuma atap rumah warga.

Wahyu, bersama empat personel Damkar dan Penyelamatan Wajo berangkat pada 17 Juli 2020. Hingga 9 hari masa tanggap darurat bencana diberlakukan di Kabupaten Luwu Utara, masih ada 9 korban yang dinyatakan hilang.

"Untuk proses pencarian 9 korban yang masih dinyatakan hilang, kami terus menyisir dan berjalan di atas timbunan akibat banjir bandang," katanya kepada Tribun Timur.

Cuaca juga kadang tak selalu bersahabat. Kadang cerah, kadang hujan deras yang kembali menimbulkan ketakutan. Trauma pasca kejadian itu sungguh masih sangat menyentak. Masih membekas.

"Di sela-sela pencarian kami, kami lihat beberapa warga mulai keluar dari tempat pengungsian, mencoba bangkit dan beraktivitas. Bahkan, kami melihat warga yang mendatangi rumahnya yang tertimbun tanah, melihat mereka mencari-cari barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan," katanya.

Butuh upaya ekstra memulihkan kondisi warga pasca banjir bandang ini. Wahyu, bersama Tim SAR lainnya terus berupaya mencari 9 orang yang masih dinyatakan hilang di Radda, Masamba, lokasi yang paling terdampak cukup parah.

Ketinggian tanah yang menimbun pemukiman warga berkisar 2 sampai 3 meter menjadi kendala sendiri selama proses pencarian. Terlebih, alat berat yang tersedia terbatas.

"Alat excavator hanya fokus membuka jalur akses ke rumah warga tapi kami dari tim SAR tetap memantau pergerakan excavator semoga mendapatkan hasil yang diharapkan," katanya.

Masa darurat bencana di Kabupaten Luwu Utara akan berakhir Kamis (23/7/2020) besok. Wahyu, bersama personel Damkar dan Penyelamatan lainnya, menunggu hasil evaluasi Basarnas.

Tentu, kita berharap yang terbaik. Korban yang masih hilang segera ditemukan. Masamba segera pulih seperti sediakala. Kita tidak ingin lagi mendengar kabar buruk selanjutnya.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved