Tribun Economic Outlook

Begini Cara Anggiat Sinaga Bikin Phinisi Hospitality Indonesia Tetap Hidup di Masa Pandemi

Disampaikan CEO Phinisi Hospitality sekaligus ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga dalam Tribun Economic Outlook #1

TRIBUN-TIMUR.COM/MUH HASIM ARFAH
Tribun Economic Outlook perdana melalui jaringan virtual YouTube dan Facebook Tribun Timur, Rabu (22/7/2020). Program ini dipandu langsung oleh Pemimpin Umum Tribun Timur Andi Suruji, CEO Phinisi Hospitality sekaligus ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga dan Ekonom Unhas Dr Anas Iswanto Anwar Makkatutu MA. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bisnis hotel hidup dengan mengendalikan strategi keuangan dan operasional.

Hal itu menjadi poin pembicaraan dari dalam CEO Phinisi Hospitality sekaligus ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga dalam Tribun Economic Outlook #1 melalui jaringan virtual YouTube dan Facebook Tribun Timur, Rabu (22/7/2020).

Program ini dipandu langsung oleh Pemimpin Umum Tribun Timur Andi Suruji, CEO Phinisi Hospitality sekaligus ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga dan Ekonom Unhas Dr Anas Iswanto Anwar Makkatutu MA.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), per Maret 2020 hunian sekitar 40 persen. Masuk April 2020, 20,29 persen tingkat hunian.

"Kalau kondisi tingkat hunian 8 persen bagaimana kita hidup, sekarang bagaimana kita kendalikan strategi keuangan dan operasional," katanya.

Menurutnya, tak ada Investasi hotel tanpa pinjaman bank.

"Kalau pun ada uang pribadi hanya 5 persen. Saat ini, mau tak mau kita harus restrukturisasi kredit, kedua mencoba me-reschedule pembayaran untuk pihak ketiga seperti supplier, ketiga efisiensi biaya dan optimalisasi karyawan," katanya.

Anggiat Sinaga mengatakan, sebagian karyawan dirumahkan.

"Ada karyawan yang hanya dapat gaji upah, 25 persen, 50 persen dan ada kelompok karyawan tak dapat gaji, mau tak mau kita harus lakukan," katanya.

Menurutnya, PHK dalam kondisi pandemi Covid-19 tak ada uang untuk memberikan pesangon.

"Selain itu, paling penting adalah soal kemanusiaan," katanya.

Strategi lain adalah Phinisi Hospitality Indonesia juga mengurangi penggunaan energi listrik.

"Biasanya kita bayar listrik Rp 1,8 miliar, kami biasanya bloking floor, kita atur lift dan jamnya," katanya. (*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved