Breaking News:

Bincang Bola Virtual

Main di Yogyakarta, Syamsuddin Umar Harap Jiwa Kompetitif Skuad PSM Tak Hilang

Lanjut Syamsuddin Umar, di era pandemi, pelatih menyusun program ke depan, seperti persiapan umum dan khusus, hingga pra kompetisi.

TRIBUN-TIMUR.COM/FAHRIZAL
Syamsuddin Umar di acara Bincang Bola Virtual Tribun Timur Seri #8 bertema Main di Yogya, Bagaimana PSM, Selasa (21/7/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSSAR - Mantan pelatih PSM Syamsuddin Umar berharap jiwa kompetitif dan etika pemain PSM tak hilang saat Liga 1 kembali bergulir Oktober mendatang.

Hal tersebut karena PSM sementara harus berkandang di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta.

"Jiwa kompetitif pemain semoga tidak hilang. Jangamln sampai pemain ada bahasa yang bisa menurunkan semangatnya, misalnya soal gaji dn sebagainya," kata Sayamsuddin Umar pada acara Bincang Bola Virtual Tribun Timur, Selasa (21/7/2020).

"Selain itu etika, jangan sampai saat kompetisi sudah berjalan, ada hal tak diinginkan, dan pemain langsung menyalahkan keadaan. Ini harus dijaga sebagai tim yang mempunyai reputasi. Meskipun pemain profesional, tapi dia bisa salahkan keadaan," tambah Syamsuddin.

Terkait harus bermarkas di Pulau Jawa, mantan pelatih yang mempersembahkan dua gelar untuk PSM ini meminta tim dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan.

"PSM itu aura dan motivasinya tinggi saat main di Mattoangin, di depan publik sendiri. PSM tak terlepas dari budaya, etika, karakter dan amosfetr penonton. Ini harus dijaga, karena nanti pasti beda di Bantul, ini harus diantisipasi," pesannya.

Ia mencontohkan saat Liga 1 2019, dimana PSM babak belur saat harus bermain di luar kandang.

"Aura dan semangat PSM ada di Makassar. Contoh musim 2019, PSM main di luar 17 kali dan 15 kali menelan kekalahan, ini harus diantispasi jangan terulang lagi," ucapnya.

Lanjut Syamsuddin Umar, di era pandemi, pelatih menyusun program ke depan, seperti persiapan umum dan khusus, hingga pra kompetisi.

"Jadwal ini harus kita tahu. Kita dalam menyusun tim harus ada program mingguan, mikro dan makro, makro. Empat sampai lima bulan harus diketahui, apalagi sistem kompetisi ini tak diketahui. Ini harus ditata betul bagaimana periodisasi," ucap dia.

"Saya percaya PSM secara kualitas tim tak saya ragukan. Cuma itu, jiwa kompetitif kita takut, semoga tidak hilang. Serta etikanya tetap harus dijaga," pungkasnya.

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved