Breaking News:

Tribun Mamasa

Kisah Pengrajin Miniatur Rumah Adat Mamasa, Tak Dapat Dukungan Pemerintah, Sanggar Kerajinan Bubar

Banyak potensi di Mamasa yang layak menjadi penyangga perekonomian masyarakat. Namun, dukungan dari pemangku kebijakan minim.

TRIBUN-TIMUR.COM/SEMUEL
Yohanis P, pengrajin miniatur rumah adat Mamasa 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Kondo Sapata' Uai Sapalelean. Demikian julukan Kabupaten Mamasa, satu dari enam kabupaten di Sulawesi Barat.

Kabupaten Mamasa berada di ujung timur wilayah pegunungan Sulawesi Barat (Sulbar).

Konon, kekayaan alam dan budayanya menjadikan Mamasa sebagai daerah destinasi pariwisata unggulan Sulbar.

Ramah penduduk dan asri alamnya menjadikan Mamasa memang layak dijadikan sebagai tujuan wisata.

Namun sayang, dibalik julukan destinasi pariwisata unggulan Sulbar, tak satupun obyek wisata Mamasa yang mampu menjadi penyanggah perekonomian masyarakat.

Yohanis P, pengrajin miniatur rumah adat Mamasa
Yohanis P, pengrajin miniatur rumah adat Mamasa (TRIBUN-TIMUR.COM/SEMUEL)

Tidak didukung dengan anggaran dan pengelolaan maksimal tentu menjadi alasan utama.

Banyak potensi di Mamasa yang layak menjadi penyangga perekonomian masyarakat. Namun, dukungan dari pemangku kebijakan minim.

Hal ini yang dialami salah seorang pengrajin miniatur rumah adat Mamasa di Rante Katoan, Desa Osango Kecamatan Mamasa, Yohanis P (65).

Di usianya yang senja, Yohanis masih menekuni aktivitasnya sebagai pengrajin miniatur rumah adat Mamasa.

Namun dibalik ketekunannya, Yohanis nyaris kehilangan harapan.

Halaman
123
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved