Fakta Pesut Mahakam, Hewan Langka yang Videonya Viral Kembali Muncul di Sungai Mahakam
Pesut Mahakam mempunyai kepala berbentuk bulat (seperti umbi) dengan kedua matanya yang kecil (mungkin merupakan adaptasi terhadap air yang berlumpur)
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUNTIMURWIKI.COM - Beredar video menunjukkan beberapa ekor pesut mahakam kembali muncul di perairan Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
Kemunculan mamalia air tawar ini sontak menggembirakan warga, pasalnya keberadaannya hewan ini terbilang langka dan terancam punah.
Pesut Mahakam pun sontak menjadi sorotan.
Di mesin pencarian Google pada Selasa 21 Juli 2020, kata Pesut Mahakam setidaknya sudah dicari lebih dari 5 ribu kali.
Ada sejumlah hal menarik bila bicara tentang Pesut Mahakam yang kini sudah diambang kepunahan.
Pesut ini dinamakan Pesut Mahakam karena banyak ditemukan di perairan Sungai Mahakam, tetapi kalangan peneliti barat lebih mengenal hewan ini dengan nama Irrawaddy Dolphin.
Dilansir oleh wikipedia, Pesut Mahakam (Latin:Orcaella brevirostris) adalah sejenis hewan mamalia yang sering disebut lumba-lumba air tawar yang berstatus terancam.
Berdasarkan data tahun 2018, populasi hewan ini tinggal 80 ekor saja di perairan Sungai-sungai di Kalimantan dan menempati urutan tertinggi dari daftar satwa Indonesia yang terancam punah.
Namun populasi hewan ini justru mengalami peningkatan di Kamboja.
Hewan ini dibedakan dari sepupunya Pesut Australia menurut bentuk tengkorak dan siripnya.
Tidak seperti mamalia air lain yakni lumba-lumba dan paus yang hidup di laut, Pesut Mahakam hidup di Sungai-Sungai daerah tropis.
Populasi satwa langka yang dilindungi undang-undang ini terutama terdapat pada tiga Sungai besar di Asia Tenggara yakni Sungai Mahakam, Sungai Mekong, dan Sungai Irrawaddy.
Di Indonesia, hewan ini bisa ditemukan di banyak muara-muara Sungai di Kalimantan, tetapi sekarang Pesut menjadi satwa langka.
Selain di Sungai Mahakam, Pesut ditemukan pula ratusan kilometer dari lautan, yakni di wilayah Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Habitat hewan pemangsa Ikan dan udang air tawar ini dapat dijumpai pula di perairan Danau Jempang (15.000 ha), Danau Semayang (13.000 ha), dan Danau Melintang (11.000 ha).
Pesut Mahakam mempunyai kepala berbentuk bulat (seperti umbi) dengan kedua matanya yang kecil (mungkin merupakan adaptasi terhadap air yang berlumpur).
Tubuh Pesut berwarna abu-abu sampai wulung tua, lebih pucat dibagian bawah serta tidak memiliki pola khas.
Sirip punggungnya kecil dan membundar di belakang pertengahan punggung. Dahinya tinggi dan berbentuk bundar, tidak ada moncong seperti lumba-lumba lain. Sirip dadanya lebar membundar.
Pesut Mahakam bergerak dalam kawanan kecil. Walaupun pandangannya tidak begitu tajam dan kenyataan bahwa Pesut hidup dalam air yang mengandung lumpur, tetapi Pesut merupakan 'pakar' dalam mendeteksi dan menghindari rintangan-rintangan.
Kemungkinan hewan ini menggunakan gelombang ultrasonik untuk mendapatkan lokasi gema seperti yang dilakukan oleh kerabatnya lumba-lumba laut.
Di Kalimantan, populasi hewan ini terus menyusut akibat habitatnya terganggu, terutama makin sibuknya lalu-lintas perairan Sungai Mahakam, serta tingginya tingkat erosi dan pendangkalan Sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya. Kelestarian Pesut Mahakam juga diperkirakan terancam akibat terbatasnya bahan makanan berupa udang dan Ikan, karena harus bersaing dengan para nelayan di sepanjang Sungai Mahakam.
Viral penampakan Pesut Mahakam
Bulan Agustus 2019 lalu, ada video berisi tayangan rombongan Pesut Mahakam berenang di dekat permukiman penduduk beredar dan viral di media sosial Facebook.
Video viral berisi tayangan rombongan Pesut Mahakam berenang di dekat permukiman penduduk ini salah satunya diunggah akun Habar Banua Kalimantan pada 31 Agustus 2019 lalu.
Dalam keterangannya, Habar Banua Kalimantan menyebutkan bahwa peristiwa Pesut Mahakam berenang di dekat permukiman penduduk tersebut terjadi di kawasan Sungai Kedang Murung, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang belakangan ini dijadIkan lokasi Ibu Kota Negara Republik Indonesia, pemerintah telah putuskan ibu kota baru Kalimantan bukan di Pulau Jawa atau Sumatera.
Pemandangan munculnya Pesut Mahakam seperti ini memang terbilang cukup langka.
Pasalnya, Pesut Mahakam semakin jarang bisa dijumpai karena jumlahnya yang terus menyusut.
Berikut keterangannya :
Pesut Mahakam
Sekitar 5 ekor Pesut Mahakam menampakkan diri dan bermain di tepi Sungai Mahakam di kawasan Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kaltim) sekitar pukul 11:30 WITA, Jum'at (30/8/2019).
Pesut Mahakam merupakan mamalia atau lumba-lumba air tawar penghuni Sungai Mahakam, Pesut juga menjadi maskot fauna dari Provinsi Kalimantan Timur, namun kini status Pesut Mahakam terancam punah, jumlahnya hanya puluhan saja di Sungai Mahakam.
(*)
Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Fakta Unik Pesut Mahakam, Kini Diambang Kepunahan hingga Video Penampakannya Pernah Viral di FB
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pesut-mahakam-jadi-perbincangan-setelah-muncul-di-sungai-mahakam.jpg)