Breaking News:

Aksi Cepat Tanggap

Selain Permukiman, Fasilitas Umum di Masamba Luwu Utara Juga Terkubur Lumpur

“Tebalnya lumpur sampai mengubur setengah dari bangunan sekolah,” jelas Andi Fajar Aswan dari Tim Disaster Emergency Response ACT, Sabtu (18/7).

Editor: Hasrul
Selain Permukiman, Fasilitas Umum di Masamba Luwu Utara Juga Terkubur Lumpur - selain-permukiman-fasilitas-umum-di-masamba-juga-terkubur-lumpur.jpg
ACT
Selain Permukiman, Fasilitas Umum di Masamba Juga Terkubur Lumpur
Selain Permukiman, Fasilitas Umum di Masamba Luwu Utara Juga Terkubur Lumpur - fasilitas-umum-di-masamba-luwu-utara-juga-terkubur-lumpur.jpg
ACT
Selain Permukiman, Fasilitas Umum di Masamba Juga Terkubur Lumpur
Selain Permukiman, Fasilitas Umum di Masamba Luwu Utara Juga Terkubur Lumpur - selain-permukiman-fasilitas-umum-di-masamba-luwu-utara-sulsel-juga-terkubur-lumpur.jpg
ACT
Selain Permukiman, Fasilitas Umum di Masamba Juga Terkubur Lumpur

TRIBUN-TIMUR.COM - Banjir membawa material lumpur tebal yang terjadi di Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan dampaknya cukup luas.

Lumpur yang saat ini perlahan kering tak hanya mengubur permukiman penduduk dan memaksa ribuan keluarga harus mengungsi.

Akan tetapi, lumpur juga mengubur hingga setengah dari tinggi bangunan fasilitas umum. Tim Disaster Emergency Response ACT yang sedang bertugas di lokasi terdampak menemukan hal ini.

Salah satu fasilitas yang terkubur lumpur ialah SDN 019 Pongo yang ada di Dusun Pongo, Desa Malimbu, Kecamatan Sabbang, Luwu Utara.

Berjalan Kaki 7 KM, Relawan ACT MRI Sulsel Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Luwu Utara

Selain Bandara Andi Djemma, Paskhas TNI AU Juga Bersihkan Masjid Agung Syuhada Masamba

Selain Permukiman, Fasilitas Umum di Masamba Juga Terkubur Lumpur
Selain Permukiman, Fasilitas Umum di Masamba Juga Terkubur Lumpur (ACT)

Lumpur di titik ini tingginya mencapai 1,5 hingga 2 meter. Terdapat 9 ruang kelas yang semuanya juga dimasuki lumpur, semua barang yang ada di dalamnya pun mengalami kerusakan.

“Tebalnya lumpur sampai mengubur setengah dari bangunan sekolah,” jelas Andi Fajar Aswan dari Tim Disaster Emergency Response ACT, Sabtu (18/7).

Tim tiba di SDN 019 Pongo saat melakukan lanjutan evakuasi serta pencarian korban yang masih dinyatakan hilang. Lumpur tebal saat ini mulai kering dan mengeras, sehingga bisa untuk dilintasi kendaraan bermotor.

Selain mengubur sekolah, banjir bandang yang terjadi pada Senin (13/7) malam itu juga mengubur Masjid Agung Syuhada Masamba.

Dari data yang dikumpulkan Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) - ACT per 18 Juli, kerusakan meliputi 4.930 rumah, 13 rumah ibadah, 9 sekolah, 8 fasilitas kesehatan, 7 jembatan, 6 ruas jalan, 1 pasar tradisional, 1 bandar udara, serta ratusan hektare lahan pertanian dan perkebunan. Luasnya titik yang terdampak mencakup 6 kecamatan di kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan itu.

Berjalan Kaki 7 KM, Relawan ACT MRI Sulsel Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Luwu Utara

Selain Bandara Andi Djemma, Paskhas TNI AU Juga Bersihkan Masjid Agung Syuhada Masamba

Selain Permukiman, Fasilitas Umum di Masamba Juga Terkubur Lumpur
Selain Permukiman, Fasilitas Umum di Masamba Juga Terkubur Lumpur (ACT)

Sabtu (18/7), relawan ACT telah berangkat ke tiga titik terparah terdampak banjir bandang disertai lumpur tebal di Desa Salulemo, Masamba dan Maifi.

Tim akan melalukan asesmen untuk menentukan bantuan yang akan dikirim sekaligus melakukan pencarian korban yang masih dinyatakan hilang.

Lukman Solehudin dari Tim Disaster Emergency Response ACT yang ditugaskan di Luwu Utara mengatakan, sampai hari ini warga terdampak masih sangat membutuhkan bantuan.

“Makanan siap santap yang saat ini sangat perlu dipenuhi karena warga tak bisa mengolah makanan mentah dengan keadaan seperti sekarang. Di samping itu pengungsi juga membutuhkan air bersih, alat kebersihan, perlengkapan bayi, selimut serta obat-obatan. Warga juga masih bingung akan kembali ke mana setelah bencana ini karena tebalnya lumpur yang mengubur rumah-rumah mereka,” jelas Lukman, Sabtu (18/7).

Banjir di Luwu Utara menyisakan lumpur tebal dengan ketinggian bervariasi, bahkan ada yang mencapai empat meter.

Sejak awal terjadinya bencana Banjir Bandang di Luwu Utara hingga saat ini, ACT terus membersamai para korban terdampak dengan membuka layanan Posko Kemanusiaan sebagai pusat informasi dan penyaluran bantuan untuk warga terdampak.

Bagi para sahabat dermawan yang ingin menyalurkan bantuannya dapat melalui rekening atas nama Aksi Cepat Tanggap ke Bank Sulselbar Syariah 5100 5321 0417 1658 atau Bank BNI Syariah 777 1659 997.

Untuk konfirmasi bukti transfer atau info lebih lanjut dapat menghubungi nomor berikut via whatsapp 0821 9224 1414 atau ke careline ACT Sulsel 0411 898 6113.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved