Breaking News:

OPINI

Indonesia Diambang Resesi Ekonomi, Pemda Bisa Apa?

Pemerintah Pusat sudah mempersiapkan sejumlah kebijakan pemulihan ekonomi nasional sebagai bentuk mitigasi resiko dan menstabilkan kondisi makro ekono

handover
Abdul Rahman Farisi, SE, MSE 

Oleh: Abdul Rahman Farisi SE MSE
Pengamat Ekonomi - Alumni Universitas Hasanuddin

SECARA umum menyangkut stabilitas ekonomi makro suatu negara menjadi tanggungjawab pemerintah nasional bersama otoritas moneter yakni Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan sebagai lembaga yang mengatur dan mengawasi lembaga keuangan.

Maka perihal menyangkut indikasi terjadinya resesi ekonomi di Indonesia sebagai dampak Covid19 tentu juga merupakan tanggungjawab pemerintah pusat untuk melakukan sejumlah mitigasi risiko termasuk mengupayakan sejumlah kebijakan untuk mencegah dan ataupun mengupayakan soft landing dari resesi ekonomi tersebut.

Resesi ekonomi secara konsep terjadi bila dalam dua kwartal berturut-turut terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi.

Indonesia masih mengalami pertumbuhan pada kwartal 1 yakni sekitar 3 %, sedikit lebih rendah dibandingkan peridoe yang sama tahun 2019.

Namun baik pemerintah maupun sejumlah lembaga ekonomi memproyeksikan ekonomi Indonesi akan kontraksi pada kwartal 2 dan 3 yang besarnya berkisar antara negatif 3 sampai negatif 1 %.

Kampus Humaniversity dan Cara Unhas Merespon Covid-19

Bila ini terjadi maka kita menuju ambang resesi ekonomi yang akan terjadi adalah peningkatan jumlah pengangguran, peningkatan jumlah orang miskin yang berarti akan terjadi penurunan tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia.

Pemerintah Pusat sudah mempersiapkan sejumlah kebijakan pemulihan ekonomi nasional sebagai bentuk mitigasi resiko dan menstabilkan kondisi makro ekonomi.

Anggaran APBN yang dipersiapkan untuk pemulihan ekonomi cukup besar yakni Rp 607,65 T dengan berbagai program yakni perlindungan sosial Rp 203,9 triliun, insentif usaha sebesar Rp 120,61 T, untuk UMKM sebesar Rp123,46 T, dan untuk pembiayaan korporasi sebesar Rpp 53,57 T.

Sedangkan untuk sektoral dan pemda mencapai Rp 106,11 T.

Halaman
123
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved