Banjir Bandang Luwu Utara
PMI Tembus Medan Berat Cari Korban Hilang Banjir Bandang Luwu Utara
Palang Merah Indonesia (PMI) Palopo, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur menembus medan berat menyisir lokasi banjir bandang di Luwu Utara
Penulis: Hamdan Soeharto | Editor: Suryana Anas
TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Palang Merah Indonesia (PMI) Palopo, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur menembus medan berat menyisir lokasi banjir bandang di Luwu Utara.
Mereka menelusuri sungai, lumpur, untuk mencari korban yang saat ini masih dinyatakan hilang.
Ketua PMI Palopo Haedir Basir mengatakan, PMI selalu berupaya berada digaris depan untuk aksi kemanusiaan.
Pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu korban banjir bandang di Luwu Utara.
"Ini sudah menjadi tugas kita bersama. PMI akan selalu berada digaris depan untuk aksi kemanusiaan," jelasnya, Jumat (17/7/2020).
PMI juga mendirikan posko bantuan, mereka menyalurkan logistik untuk korban banjir yang berada di pengungsian.
PMI bergerak dari pagi sampai malam untuk mendistribusikan bantuan sesuai kebutuhan dasar dan mendesak para pengungsi.
Sebelumnya diberitakan, Banjir bandang menghantam beberapa kecamatan di Luwu Utara, Senin (13/7/2020) malam.
Ribuan rumah rusak, hanyut dan bahkan tertimbun tanah, serta banyaknya korban jiwa serta luka-luka dan hilang.
Beberapa lokasi yang terkena dampak yakni, Kecamatan Masamba, Baebunta, Baebunta Selatan, Sabbang, Malangke, dan Malangke Barat.
Sedangkan Di Balebo Kecamatan Masamba dan Desa Radda, Kecamatan Baebunta, merupakan yang terparah, dan pertama kali terjadi di Luwu Utara.
Sudah 32 orang ditemukan meninggal akibat bencana ini.
Laporan Wartawan TribunPalopo.Com, @hamdansoeharto_
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/palang-merah-indonesia-pmi-palopo-luwu-luwu-utara-dan-luwu-timur-menembus-medan-berat.jpg)