Breaking News:

Tribun Mamasa

Kasus Penyegelan Kantor Desa Botteng Berakhir Damai di Polres Mamasa, Alasannya Tidak Ada Kerugian

Kasus penyegelan kantor Desa Botteng, dilakukan oleh mantan Kepala Desa Hadrash.

Ist
Kantor Desa Botteng usai disegel Mantan Kepala Desa 

TRIBUNMMASA.COM, MAMASA - Insiden penyegelan Kantor Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) berakhir damai di Kepolisian Resort Mamasa.

Kasus penyegelan kantor Desa Botteng, dilakukan oleh mantan Kepala Desa Hadrash.

Ia mendapat tanggapan miring dari berbagai pihak lantaran dianggap sebuah pelanggaran.

Betapa tidak, penyebab penyegelan yang dilakukan Hadrash pada Minggu 21 Juni 2020, lantaran Kepala Desa, M Tahir dengan mantan Kepala Desa, terlibat perselisihan terkait perjanjian komitmen.

Hal itu dibuktikan dengan adanya surat perjanjian komitmen yang ditanda tangani kedua belah pihak di atas materai 6000.

Adapun Komitmen yang telah disepakati ketika terpilih sebagai Kepala Desa Botteng Pelode 2019-2025 yaitu, Bendahara Desa/Kaur Keuangan dijabat oleh Gunawan.

Sekretaris Desa Dijabat Oleh Hasmar, setiap pencairan ADD Tahap 1 dan 2, DDS Tahap 1,2 Dan 3 akan mendapat Komisi sebesar Rp.15.000.000 (Lima belas juta Rupiah).

Perangkat desa yang sudah ada, tidak akan dirombak terkecuali tidak sejalan dengan kita.

Seiring berjalannya waktu, diduga Kepala Desa Botteng M Tahir tidak menepati komitmen itu, hingga berujung penyegelan kantor desa.

Kasus ini sempat mendapat tanggapan Kepolisian Resort Mamasa, hingga keduanya dipanggil menghadap ke Kantor Polisi.

Halaman
1234
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved