Awal Mula Kiper Sepakbola Pakai Sarung Tangan, Ternyata Gara-gara Sosok Ini
Dengan mengenakan sarung tangan, kiper akan terbantu ketika menangkap bola maupun menghalangi laju si kulit bundar masuk ke gawang.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUNTIMURWIKI.COM- Kiper atau penjaga gawang dalam pertandingan sepak bola identik dengan sarung tangan.
Namun, tahu kah kamu bagaimana sarung tangan bisa dikenakan oleh kiper?
Nampaknya, seorang kiper mengenakan sarung tangan ada sebabnya.
Semua berawal mula dari seorang kiper legend.
Untuk diketahui, sarung tangan kiper telah digunakan dalam pertandingan sepak bola sejak 1940 silam.
Dan merupakan salah satu ornamen penting dalam pertandingan.
Pasalnya sarung tangan kiper berfungsi sebagai senjata utama, selain sepatu sepak bola, saat bertanding.
Dilansir dari Kompas.com, sarung tangan merupakan benda yang wajib dikenakan oleh penjaga gawang.
Dengan mengenakan sarung tangan, kiper akan terbantu ketika menangkap bola maupun menghalangi laju si kulit bundar masuk ke gawang.
Namun, ketika olah raga sepak bola mulai dikenal, sarung tangan ternyata bukanlah properti yang wajib dikenakan oleh seorang kiper.
Pada 1940, peraturan tersebut baru berubah.
Sarung tangan mulai diperkenalkan dalam permainan sepak bola.
Dilansir BolaSport.com dari Instagram resmi PSSI, sarung tangan kali pertama dipakai oleh penjaga gawang asal Argentina, Amadeo Carrizo.
Kala itu, bentuk sarung tangan jauh dari apa yang kita lihat saat ini.
Alasan pemakaian sarung tangan pun waktu itu untuk menghangatkan tangan penjaga gawang.
Sebab, saat bertanding pada musim dingin, tangan kiper sering kali beku sehingga akan terasa licin untuk memegang bola.
Oleh sebab itu, sarung tangan yang kali pertama dipakai dalam sepak bola, terbuat dari bahan wol.
Bahan wol dikenal berfungsi baik untuk menghangatkan tangan.
"Penggunaan sarung tangan kali pertama dikenakan oleh penjaga gawang asal Argentina, Amandeo Carrizo, pada tahun 1940," tulis PSSI lewat akun Instagram resminya.
"Saat itu, sarung tangan berbahan wol tersebut digunakan sebagai penghangat untuk menghadapi cuaca dingin. "Bahkan, jari tangan para penjaga gawang dapat terasa beku hingga kesulitan saat menangkap bola."
Seiring berjalannya waktu, pentingnya sarung tangan bagi seorang penjaga gawang pun mulai mendapatkan perhatian.
Pada1973, sebuah perusahaan asal Jerman bekerja sama dengan kiper timnas Jerman Barat saat itu, Sepp Maier, untuk merancang sebuah sarung tangan khusus.
Sarung tangan tersebut tak hanya dirancang untuk menghangatkan tangan pemain, tapi juga untuk membantu kiper meningkatkan performanya di bawah mistar gawang.
Setahun berselang, melalui banyak uji coba, Sepp Maier akhirnya menggunakan sarung tangan untuk kali pertama di Piala Dunia 1974.
Hasilnya pun tak mengecewakan, dengan sarung tangannya, Sepp Maier berhasil membantu Jerman Barat menjadi juara Piala Dunia 1974 setelah mengalahkan Belanda pada laga final.
Lantas bagaimana sejarahnya kiper bisa memakai sarung tangan saat bertanding?
Adapun sarung tangan yang dipakai kiper saat bertanding memiliki dua fungsi yakni melindungi tangan kiper dari cedera dan memaksimalkan tangkapan bola.
Ditilik dari dokumen Lembaga Paten Jerman mengungkapkan bahwasanya sarung tangan kiper sudah ditemukan sejak tahun 1885.
Tetapi secara resmi penggunaan pertama kali antara tahun 1940 dan 1950.
Adalah kiper legendaris Argentina bernama Amadeo Carrizo yang pertama kali mempopulerkan penggunaan sarung tangan untuk penjaga gawang.
Kemudian tren menggunakan sarung tangan ini mulai marak pada akhir 1960 dana wal 1970an.
Kala itu, kiper masih menggunakannya dalam posisi basah, apalagi belum ada perusahaan yang membuat sarung tangan khusus kiper seperti sekarang.
Sarung tangan kiper kala itu masih dibuat dari wol.
Uniknya sarung tangan dipakai bukan untuk menghindari diri dari cedera atau mengoptimalkan tangkapan bola, melainkan untuk meminimalisir serangan udara dingin yang bisa membuat beku jari tangan.
Hingga kemudian, Gebhard Reusch seorang pemimpin perusahaan sarung tangan Reusch menjalin kerja sama dengan Sepp Maier, kiper timnas Jerman Barat untuk membuat sarung tangan khusus kiper.
Lantas lewat pengembangan demi pengembangan, akhirnya Reusch berhasil membuat sarung tangan khusus dengan material lateks.
Sarung tangan ini merupakan kepanjangan dari sarung tangan karet yang baisa digunakan di dunia kesehatan.
Piala Dunia 1974 menjadi pembuktian produk Reusch dan Maier ini.
Hasilnya?
Timnas Jerman Barat yang juga diisi Maier sebagai kiper utama berhasil keluar sebagai kampiun.
Di ajang ini pulalah, Jerman Barat terlihat paling mentereng lantaran kiper mereka memakai sarung tangan.
Sementara tim lain dan Belanda yang jadi lawan di final tidak memakainya.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Mengapa Kiper Memakai Sarung Tangan Saat Bertanding? Ternyata Gara-gara Orang Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/amadeo-carrizo.jpg)