PSM Makassar
16 Juli 2016, Momen Kebangkitan PSM di Tangan Robert Rene Alberts
PSM menjadi salah satu tim kuat dan disegani di Indonesia, saat ditangani oleh Robert Rene Alberts periode 2016-2019.
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PSM menjadi salah satu tim kuat dan disegani di Indonesia, saat ditangani oleh Robert Rene Alberts periode 2016-2019.
Robert datang di tengah musim Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, kala PSM terseok-seok di kompetisi perdana setelah Indonesia lepas dari sanksi FIFA.
Empat tahun lalu, tepatnya 16 Juli 2016, Robert Rene Alberts mendapatkan kemenangan perdananya sebagai pelatih PSM.
PSM mengalahkan tamunya Persiba Balikpapan dengan skor tipis 3-2 pada pertandingan pekan ke-10 ISC yang berlangsung di Stadion Mattoanging.
Kemenangan yang sangat penting bagi PSM dan Robert Rene Alberts kala itu.
Pasalnya, pada empat laga awal Robert menangani PSM, justru semua berakhir dengan kekalahan.
Di laga perdana sebagai pelatih Juku Eja, PSM dipermalukan mantan klub yang dilatih Robert, Arema Malang dengan skor 1-0 di Stadion Mattoanging.
Di pertandingan kedua, pelatih asal Belanda kembali harus tertunduk malu usai dikalahkan Sriwijaya FC di kandangnya, juga dengan skor tipis 1-0.
Begitu juga dengan pertandingan ketiga dan keempat di bawah kendali Robert, PSM masih terus menelan kekalahan, masing-masing kalah 2-0 dati Borneo FCdan 3-2 dari Persib Bandung.
Barulah di pertandingan kelima, pelatih yang pernah membawa Arema FC juara, merasakan kemenangan pertamanya bersama PSM usai taklukan Persiba Balikpapan.
Meski buruk di awal kedatangannya, namun seiring berjalannya waktu, performa PSM terus membaik bersama Robert Rene Alberts.
Di akhir musim ISC A, PSM mampu bertengger di posisi keenam kelasemen, padahal sebelum Robert datang, PSM selalu berada di papan bawah.
Performa menanjak PSM bersama Robert terus berlanjut hingga memasuki era Liga 1 pada tahun 2017 dan 2018.
Pada tahun 2017, PSM duduk di peringkat ketiga kelasemen dengan 65 poin, terpaut 3 angka dari Bhayangkara FC yang keluar sebagai juara.
Tahun 2018 bahkan lebih baik lagi, PSM mengakhiri Liga 1 di peringkat kedua kelasemen dengan 61 poin, terpaut satu poin dari Persija Jakarta yang menjadi juara. (*)
Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam