Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Bandang Luwu Utara

Banjir Bandang di Luwu Utara, 296 Gardu Distribusi Listrik Dipadamkan

Manager Komunikasi PLN UIW Sulselrabar Eko Wahyu Prasongko mengonfirmasi kondisi kelistrikan di Luwu Utara pascabanjir bandang

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
Istimewa
Material lumpur di Jl Trans Sulawesi, Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (13/7/2020) malam. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Manager Komunikasi PT Perusahaan Listrik Negara Unik Induk Wilayah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (PLN UIW Sulselrabar) Eko Wahyu Prasongko mengonfirmasi kondisi kelistrikan di Luwu Utara pascabanjir bandang, Senin (13/7/2020).

"Untuk kondisi kelistrikan di Masamba (Ibu Kota Lutra) memang sebagian gardu distribusi kita padamkan," ujar Eko via pesan WhatsApp, Selasa (14/7/2020).

Menurutnya, ada sekitar 296 Gardu distribusi yang dipadamkan.

"Ini tim dari PLN UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan) Palopo sementara menuju ke Masamba untuk pengecekan lebih lanjut," ujar Eko.

Selain pengecekan, puluhan personel PLN UP3 akan melakukan penormalan gardu distribusi yang sudah memungkinkan untuk dinyalakan kembali.

"Sementara ada 30 Personel dari UP3 Palopo yang ke Masamba. Doakan semoga bisa dinyalakan semua," jelas Eko

Seperti diketahui, Lumpur setinggi satu meter menutup jalan Trans Sulawesi di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Lumpur menutup badan jalan usai Desa Radda diterjang banjir bandang, Senin (13/7/2020) malam.

Hingga Selasa (14/7/2020) pagi, poros Palopo-Masamba tersebut belum dapat dilalui.

Baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pegendara dari arah Palopo atau Makassar yang ingin ke Kota Masamba ataupun Kabupaten Luwu Timur terpaksa melalui jalan alternatif.

Yakni melalui jalur Desa Baebunta ke Desa Salulemo, Kecamatan Baebunta, dan keluar di Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba.

Begitupula kendaraan dari arah sebaliknya. Juga melalui jalur yang jaraknya lebih jauh sekitar 25 kilometer.

Selain memutus Trans Sulawesi, banjir bandang juga dilaporkan menewaskan sejumlah warga.

Hanya saja, TribunLutra.com belum mengetahui secara pasti jumlah korban jiwa akibat kejadian ini.(tribun-timur.com)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @fadhlymuhammad

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved