Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jenazah Covid

Selain Anggota Dewan, Polisi Juga Tetapkan Teman Almarhum sebagai Tersangka

Selain anggota dewan itu, kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar Kompol Agus Chaerul juga menetapkan rekan almarhum.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Imam Wahyudi
handover
Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Kota Makassar Andi Hadi Ibrahim Baso 

TRIBUN-TIMUR. COM, MAKASSAR - Polisi telah menetapkan Andi Hadi Ibrahim Baso ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pengambilan jenazah Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Covid di Rumah Sakit Daya, Makassar, Sulawesi Selatan.

Selain anggota dewan itu, kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar Kompol Agus Chaerul juga menetapkan rekan almarhum.

"Tersangka kedua bernama Andi Nurahmat," Kata Agus Chaerul kepada tribun melalui pesan WhatsApp.

Sebelumnya, Andi Hadi mengaku membawa jenazah Chaidir dari rumah sakit untuk dimakamkan di pekuburan umum sudah sepengetahuan dari rumah sakit.

Bahkan disaksikan langsung pihak pengamanan dari Kepolisian dan TNI dan pihak Rumah Sakit Daya.

Tapi ia membantah mengambil paksa.

"TIdak ada ambil paksa. Karena saat itu ada ibu Wadir. Seandainya pada saat itu ada larangan bawa pulang kami tidak akan membawa jenazah, " Sebut Adi Hadi, waktu itu.

"Begitu kami mau ambil muncullah pertanyaan dari kepolisian apa dasarnya supaya bisa laporkan ke komandan kami, "sebutnya.

Atas dasar itu, Andi Hadi Ibrahim Baso menjaminkan diri agar jenazah Ustad Chaidir dimakamkan sesuai penyelenggara jenazah secara umum. Bukan berdasarkan prosedur Covid-19.

"Saya tanda tangan sesuai amanah keluarga almarhum. Karena memang keluarganya tidak bersedia dimakamkan secara protokol covid19, " Sebutnya.

Apalagi kata dia, waktu itu belum ada hasil tes swab pun yang keluar dari rumah sakit menyatakan almarhum positif terpapar covid 19.

Hasil swab almarhum baru diketahui oleh keluarga saat jenazah sudah berada di Masjid untuk disalatkan.

"Maka saya menimbang dengan pertimbangan syariat Islam dan pertimbangan keamanan keluarga almarhum untuk segera menyelenggarakan proses pemusaran jenazah, dan Alhamdulillah pakaian APD kami diberikan dari Rumah Sakit Daya, " sebutnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved