Breaking News:

Tribun Bantaeng

Meninggal di Malaysia, 1 TKI Ilegal Asal Bantaeng Dijemput TGTPP Covid-19 di Makassar

Jenazah Haeruddin diberangkatkan dari Pontianak, tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Pukul 17.30 Wita, Senin, (13/7/2020).

TRIBUN-TIMUR.COM/ACHMAD NASUTION
Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Perluasan Tenaga Kerja, Muh Haris, saat di temui TribunBantaeng.com, di posko induk Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Bantaeng, jalan Ratulangi, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Senin, (13/7/2020). 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Haeruddin (70) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Kabupaten Bantaeng meninggal di Malaysia.

Jenazah Haeruddin diberangkatkan dari Pontianak, tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Pukul 17.30 Wita, Senin, (13/7/2020).

Saat ini Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Bantaeng bersama Dinas Tenaga Kerja Bantaeng telah menjemput jenazah.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Perluasan Tenaga Kerja, Muh Haris.

"Pesawatnya berangkat dari Pontianak - Jakarta - Makassar. Jadi sebentar pukul 17.30 jenazah sudah tiba di bandara," kata Muh Haris saat di temui TribunBantaeng.com di Posko Covid-19 Banteng, Senin, (13/7/2020).

Bersama TGTPP Covid-19 Bantaeng, jenazah dijemput di bandara kemudian langsung dibawa ke kampung halaman untuk dimakamkan.

Kampung halaman Haeruddin, berada di Desa Pabentengan, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng.

Sesuai dengan aturannya, penjemputan dilakukan dengan standar protokol kesehatan.

Menurutnya, Haeruddin meninggal karena menderita penyakit stroke berdasarkan hasil pemeriksaan dari rumah sakit Malaysia.

Kemudian, kata Haris, walaupun TKI ilegal seluruh biaya pemberangkatan ditanggung oleh pihak perusahaan dan pemerintah.

Halaman
12
Penulis: Achmad Nasution
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved