Breaking News:

Kawasan Industri Bantaeng

Gubernur Sulsel Temui Menteri ESDM, Bahas Kawasan Industri Bantaeng

Menurut NA pertemuan dengan Menteri Arifin Tasrif dalam rangka mendorong pengembangan industri di Kawasan Industri (KI) di Bantaeng.

TRIBUN TIMUR/FADLY ALI
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah berada di Jakarta. Ia menghadap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif di kantornya, Senin (13/7/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah berada di Jakarta. Ia menghadap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif di kantornya, Senin (13/7/2020).

Bupati Bantaeng 2 periode itu tidak sendiri, ia ditemani Konisaris Utama PT Huadi Nickel Alloy Amir Jao, menghadap Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam rangka pengembangan pabrik nikel di Bantaeng. Hadir juga Kepala Dinas ESDM Sulsel Irawan Bintang, Plt Kepala Dinas PTSP Sulsel Sarifah, Direktur Utama PT Huadi Nickel Alloy Jos Stefan dan Manajer GA Huadi Lily Dewi Candinegara.

Menurut NA pertemuan dengan Menteri Arifin Tasrif dalam rangka mendorong pengembangan industri di Kawasan Industri (KI) di Bantaeng.

"Pemerintah meyakinkan kepada pengusaha bahwa kemudahan yang diberikan bukan sekadar janji. Hari ini saya antar investor menghadap menteri. Menteri memberi jaminan untuk memberi dukungan," kata NA dalam rilisnya, Senin malam.

Buktinya, sukses membangun pabrik smelter dua tungku sejak 2012, manajemen PT Huadi Nickel Alloy, kembali menanam investasi sebesar Rp 6,5 triliun untuk menambah enam tungku selama dua tahun.

Komisaris Utama PT Huadi Nickel Alloy Amir Jao mengatakan, investasi yang dilakukan berupa penambahan pabrik yang telah dimulai sejak awal 2020.

"Ini tahun tambah empat tungku. Tahun depan tambah dua tungku lagi. Total tambahannya enam tungku. Sehingga nanti Huadi memiliki delapan tungku," ujarnya dilansir rilis Pemprov.

Direktur Utama PT Huadi Nickel Alloy Jos Stefan Hidecky menambahkan, tahun ini progres pembangunan empat tungku pabrik nikel di Desa Papan Loe, Kecamatan Pajukkukang, Bantaeng sedang berlangsung.

"Janjian dengan PLN, April 2021 sudah terpasang," jelasnya.

Untuk kapasitas delapan tungku sudah terpasang, Huadi akan memproduksi 200 ribu metrik ton (MT) per tahun, dari 50 ribu MT yang dihasilkan dua tungku.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved