Breaking News:

Dana Tak Dicairkan Kantor Pos, Penerima BST di Makassar Komplain

Petugas kantor Pos Jl Slamet Riyadi membaritahukan bahwa dana keduanya tidak bisa dicairkan.

Muh Abdiwan
Penerima bernama Hadinah Dg Lu'mu warga Jl Rajawali I, Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso dan Sitti Aisyah warga Kompleks TNI AL Blok A, Jl Darul Ma'arif, Panakkukang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) di Makassar mempertanyakan dananya yang tak bisa dicairkan Kantor Pos.

Penerima bernama Hadinah Dg Lu'mu warga Jl Rajawali I, Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso dan Sitti Aisyah warga Kompleks TNI AL Blok A, Jl Darul Ma'arif, Panakkukang.

Petugas Kantor Pos Jl Slamet Riyadi membaritahukan bahwa dana keduanya tidak bisa dicairkan.

“Waktu di Kantor Pos saya diminta ambil rekomendasi ke dinas sosial dan kembali lagi. Tapi saya hanya mendapat jawaban bahwa dana sudah tidak ada lagi,” kata Putra Hadinah yang ke kantor pos, Syahrir, saat berada di Redaksi Tribun Timur, Minggu (12/7/2020).

Pemilihan Hari Ini, Yusuf Hakim Incar Kursi Ketua APRI Sulsel

Pasien Positif Covid-19 di Bantaeng Bertambah 39, Didominasi Nakes

Berencana Beli Smartphone Oppo? Cek Harga Terbaru Juli 2020

BST yang hendak dicairkannya untuk periode Mei, Juni dan Juli dengan total Rp 1,8 juta.

Senasib, Sitti Aisyah (63) juga mendapat jawaban yang sama dari petugas Kantor Pos.

“Saya ketemu dengan Pak Kaemuddin di kantor pos, dia bilang BST saya terblokir dan sudah tidak bisa dicairkan,” ujar Sitti Aisyah.

Dia tidak bisa datang di hari pencairan karena khawatir berdesakan dengan orang banyak di tengah pandemi Covid-19.

“Undangan baru saya terima pekan lalu. Saya ini sudah berusia 63 tahun dan rentan dengan Covid-19, makanya saya ke Kantor Pos saat pelayanan tidak terlalu ramai,” jelas perempuan berjilbab itu.

Keduanya sepakat akan melaporkan perihal itu ke Ombudsman.(*)

Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved