Breaking News:

Tribun Luwu

PP IPMIL Nilai Penanganan Banjir di Luwu Lamban, Ini Alasannya

Penilaian dilontarkan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL), Muhammad Reski Sujono.

Ist
Ketua Umum PP IPMIL, Muhammad Reski Sujono 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Penanganan banjir di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dinilai lamban.

Penilaian dilontarkan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL), Muhammad Reski Sujono.

"Pemkab Luwu sangat lamban dalam mengantisipasi banjir," kata Reski, Sabtu (11/7/2020).

Padahal sebut dia, Pemkab sudah melakukan kerjasama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Soal penanganan banjir sejak Oktober 2019 lalu.

"Sejak penandatangan MoU Pemkab Luwu dengan Unhas, belum ada action dalam mengantisipasi terjadinya banjir," ujar Reski, Sabtu (11/7/2020).

Reski mengatakan, dalam dua bulan terakhir sudah enam kali banjir melanda Luwu.

"Seharusnya Pemkab melakukan tindakan cepat, minimal pengerukan sungai yang mulai dangkal untuk solusi jangka pendek," ujarnya.

Adapun solusi jangka panjang yang bisa dilakukan, sebut dia seperti memperlebar sungai.

Lalu sepanjang pinggiran sungai ditanami pohon supaya bisa menyerap air.

"Juga menanami kembali hutan yang mulai gundul, sambil melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk penanganan jangka panjangnya," katanya.

Reski ikut menyoroti langkah Pemkab yang hanya bisa menyiapkan dapur umum dan tempat pengungsian setiap banjir.

"Sekarang masyarakat butuh solusi agar banjir tak terjadi lagi," paparnya.

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Chalik Mawardi

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved