Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sejarah Hari Ini: Satelit Komunikasi Pertama di Dunia Diluncurkan, Indonesia 'Melihat' Dunia

Peluncuran Satelit Telstar I pada 10 Juli 1962 membawa perubahan bagi dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
Istimewa
Tepatnya pada tahun 1962, peluncuran Telstar menandai kehadiran era baru dalam perkembangan komunikasi dan penyampaian informasi. 

TRIBUNTIMURWIKI.COM- Pada tanggal 10 Juli menjadi momen spesial bagi dunia.

Pasalnya, pada momen tersebut perubahan terbesar terjadi.

Saling menjangkau antara negara yang satu dengan yang lainnya.

Lantas apa perubahan yang berdampak besar bagi dunia?

Ya, saat diluncurkannya satelit komunikasi pertama di dunia, Telstar, diluncurkan ke luar angkasa.

Tepatnya pada tahun 1962, peluncuran Telstar menandai kehadiran era baru dalam perkembangan komunikasi dan penyampaian informasi.

Setelah Telstar berhasil diluncurkan, gelombang siaran televisi berhasil disiarkan.

Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu.

Ada dua jenis satelit yakni satelit alami dan satelit buatan.

Pada bulan Juni 1961, tiga setengah tahun setelah meluncurnya Sputnik 1, Angkatan Udara Amerika menggunakan berbagai fasilitas dari Jaringan Mata Angkasa Amerika (the United States Space Surveillance Network) untuk mengkatalogkan sejumlah 115 satelit yang mengorbit bumi.

Satelit buatan manusia terbesar pada saat ini yang mengorbit bumi adalah Stasiun Angkasa Internasional (International Space Station).

Berikut informasi selengkapnya dilansir dari Kompas.com:

Kebutuhan informasi

Seperti diberitakan Kompas.com (10/7/2018) teknologi satelit dirancang karena kebutuhan manusia akan komunikasi dan informasi yang semakin meningkat.

Sebelumnya, siaran televisi atau komunikasi dipancarkan melalui menara pemancar atau sambungan telepon.

Namun, ketika mencapai laut, sinyal-sinyal tersebut akan hilang. Hal ini kemudian memunculkan kendala dalam hal kecepatan penyampaian informasi.

Amerika Serikat menyadari akan pentingnya kecepatan dalam komunikasi dan informasi sehingga dicapai kesepakatan untuk meluncurkan satelit.

Satelit pertama itu bernama Telstar, yang dirancang atas kerja sama badan penyiaran Amerika, A&T, Bell Laboratories, NASA, British General Post Office, French National Post, Telegraph, dan Telecom Office.

Telstar diluncurkan

Pada 10 Juli 1962, Telstar 1 diluncurkan ke luar angkasa dengan menggunakan roket Thor-Delta di Cape Canaveral.

Melansir Britannica, Telstar 1 memiliki berat 77 kilogram dan dilengkapi oleh 3.600 sel surya yang berfungsi untuk mengisi baterai nikel kadmium di dalamnya.

Telstar 1 juga memiliki tidak kurang dari 1.000 transistor dan sebuah tabung penguat yang mampu memperkuat sinyal yang diterima dari Bumi hingga 10.000 kali lipat

Ketika diluncurkan, Telstar 1 berada pada orbit yang rendah. Dengan posisi itu, ia mampu memberikan sinyal baik antara Amerika dan Eropa.

Telstar ditempatkan di orbit elips pada sudut sekitar 45 derajat ke khatulistiwa, dengan perigee sekitar 952 kilometer (592 mil) dari Bumi dan apogee sekitar 5.933 kilometer (3.687 mil) dari Bumi

Beberapa menit setelah mengorbit, gambar-gambar televisi pertama ditransmisikan melintasi Samudera Atlantik dan diterima melalui stasiun relay di Inggris dan Perancis, di layar televisi Eropa.

Telstar dirancang untuk mengorbit selama kurang lebih dua tahun.

Namun, Telstar 1 hanya mampu mengorbit secara maksimal hingga Februari 1963 karena terkena imbas uji coba nuklir Amerika.

Pada 1963, sebuah satelit baru yang berukuran lebih besar dan lebih berat diluncurkan dan dinamakan Telstar 2.

Dampak bagi Indonesia

Peluncuran Satelit Telstar I pada 10 Juli 1962 membawa perubahan bagi dunia, tak terkecuali di Indonesia. Keberadaan satelit ini membuat siapa saja bisa "melihat" dunia.

Seperti kisah yang tercatat di Indonesia pada 1968-1969.

Dikutip dari Harian Kompas, 5 September 1968, atas persetujuan Pemerintah Indonesia, Amerika Serikat mulai membangun satelit komunikasi di Kampung Cikukuli, Desa Cilegong, tepatnya sebelah barat Waduk Jatiluhur.

Satelit komunikasi ini akan digunakan untuk merelay siaran televisi dari luar negeri. Sejak itu, masyarakat Indonesia bisa menikmati siaran TV dari negara lain secara langsung.

Selain bisa menikmati siaran TV, keberadaan Ground Station Telstar Jatiluhur juga bisa mempercepat komunikasi Indonesia dengan luar negeri.

Melalui Stasiun Jatiluhur, telepon, suara, dan foto terhubung secara langsung ke berbagai negara seperti Australia, Jepang, Malaysia, Jerman, Inggri,s dan Spanyol.

Satelit ini mempunyai 132 saluran yang setiap harinya melayani hubungan ke luar negeri.

Ketika berlangsungnya pesta olahraga Olimpiade di Tokyo pada 1985, siaran pertandingan Olimpiade bisa tersebar luas ke penjuru dunia.

Berbagai pertandingan bisa dilihat secara langsung oleh masyarakat di dunia tanpa menunggu siaran ulangnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com Hari Ini dalam Sejarah: Peluncuran Satelit Komunikasi Pertama di Dunia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved