Breaking News:

Tribun Business Forum

Wow! Akibat Covid-19, Bisnis Umrah Diperkirakan Rugi Hingga Rp 200 M Sehari

Tribun Business Forum kembali hadir untuk seri #6 dengan tema "Kapan Umrah Lagi" melalui jaringan virtual YouTube.

Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/HASIM ARFAH
Tribun Business Forum kembali hadir untuk seri #6 dengan tema "Kapan Umrah Lagi" melalui jaringan virtual YouTube dan Fanpage Facebook Tribun Timur, Kamis (9/7/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tribun Business Forum kembali hadir untuk seri #6 dengan tema "Kapan Umrah Lagi" melalui jaringan virtual YouTube dan Fanpage Facebook Tribun Timur, Kamis (9/7/2020).

Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia, Azhar Gazali mengatakan sudah lima bulan tak ada umrah selama masa pandemi Covid-19.

"Tapi, kami tak diam, kami mereschedule pemberangkatan jamaah, kita juga reschedule penyewaan hotel, pesawat dan kelengkapan umrah," katanya.

Azhar Gazali mengatakan, bisnis yang terkait dengan umrah juga berhenti.

"Tentu saja nilainya tak kecil, kalau jamaah 5 ribu-10 ribu, kita mengalami kerugian untuk seluruh Indonesia mencapai Rp 200 miliar per hari, dengan sekitar 100 ribu perbulan, katakanlah biaya umrah Rp 20 juta per orang dikali 5 ribu maka nilai tak main-main, bisa nilai Rp 1 triliun, jadi nilainya ini tak main-main," katanya.

Menurutnya, ketika umrah berhenti maka banyak bisnis terkait terhenti.

"Seperti, support pengadaan umrah, hotel, pesawat dan kelengkapan umrah, bahkan sampai perbankan," katanya.

Sementara itu, CEO Al Jasiyah, Nurhayat mengatakan Covid-19 membawa kejutan untuk industri travel.

"Memang terdampak kepada kita karena berhentinya operasional secara tiba-tiba, tanggal 27 Februari adalah awalnya berhentinya visa, termasuk juga untuk jamaah Al Jasiyah," katanya.

Jamaah Al Jasiyah harus batal terbang dari Bandara Internasional Soekarno Hatta.

"Jamaah umrah plus perjalanan ke Turki harus rela kembali ke kampungnya di Ambon karena batal terbang karena Arab Saudi menutup penerbangan," katanya.

Selanjutnya, ia menceritakan jamaah gagal berangkat untuk pemberangkatan 1 Maret 2020.

"Koper dan tas masih ada di kantor dan semangat ibadahnya tetap besar, mereka tak membatalkan naik umrah, bahkan baju batiknya dipakai lebaran. Alhamdulillah, masyarakat Sulsel betul-betul semangat beribadah cukup besar," katanya.

Ia menjelaskan masih ada 200 jamaah yang belum berangkat. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved