Breaking News:

Tribun Mamuju Tengah

Lakukan Penipuan, Pasutri Pasangkayu Ditangkap, Polisi Sita Tiga Unit Mobil

Pasutri di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, ditangkap polisi karena dilaporkan kasus penipuan dan penggelapan dana.

Polres Pasangkayu
Polres Pasangkayu rilis pengukapan kasus penipuan dan penggelapan sepasang pasutri. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Pasutri di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, ditangkap polisi karena dilaporkan kasus penipuan dan penggelapan dana.

Pasutri tersebut langsung ditetapkan tersangka setelah ditangkap karena dilaporkan delapan korban.

Kapolres Pasangkayu AKBP Leo Siagian mengungkapkan pasutri tersebut menjalankan bisnis nakal.

Kedoknya berhasil diungkap Satuan Reskrim setelah menerima laporan dari korban yang mengaku mengalami kerugian besar dengan dana yang berhasil dikumpul dari korban sebesar 6,4 Miliar.

"Kedua Pasutri ini menjalankan aksinya sejak 2017, dengan modus mengajak korban untuk berbisnis jual beli beras dengan menawarkan Fee ( Keuntungan ) sebesar 10 Persen sampai 15 Persen setiap bulannya dengan pembayaran jangka waktu paling lama 20 Hari. Dan berpura- pura memiliki kontrak dengan salah satu perusahaan di Pasangkayu untuk menyuplai beras keperusahaan tersebut,"kata AKBP Leo kepada wartawan di Mapolres Pasangkayu, Kamis (9/7/2020).

Selanjutnya, kata Leo, uang para korban diputar oleh pelaku untuk menutupi fee dari korban lain dan sebahagian digunakan untuk keperluan pribadi.

Lanjut kata mantan Kasubdit V Ciber Crime Polda Sulbar itu, motif tersangka adalah ingin mendapatkan keuntungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan modus menawarkan tanam modal kemudian dari modal tersebut diberikan kepada korban untuk memancing korban menanam modal lebih besar pada hal bisnis yang ditawarkan tidak sesuai perjanjian karena fiktif.

Setelah mengumpulkan uang dari para korban yang cukup besar, akhirnya kedua tersangka melarikan diri, namun ditempat pelarian selama dua minggu, polisi berhasil menangkap.

"Anggota juga berhasil menyita barang bukti berupa 1 unit mobil Honda CR – V warna hitam, 1 unit Daihatsu Ayla warna merah, 1 unit mobil Daihatsu Terios warna silver dan beberapa barang bukti lainnya,"kata dia.

Kedua Tersangka Jerat dengan Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

”Pelakunya kami sudah tahan dan akan mempertanggung jawabkan perbuatannya dan kedua Pasutri terancam 4 tahun penjara,” tegas AKP. Pandu, Kasat Reskrim Polres Pasangkayu. (tribun-timur.com)

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved