Breaking News:

PSM Makassar

M Rahmat: Saya Cinta PSM Tapi Tak Mau Egois

Pemain yang dijuluki The Flash ini mengaku, meski kini berstatus punggawa Bali United, namun Ia tetap cinta PSM sebagai klub pertama

tribun timur/ocha alim
Muhammad Rahmat Syamsuddin saat masih memperkuat PSM di Liga 1 2019 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mantan pemain PSM M Rahmat mengungkapkan perasaannya usai hengkang ke Bali United awal musim ini.

Pemain yang dijuluki The Flash ini mengaku, meski kini berstatus punggawa Bali United, namun Ia tetap cinta PSM sebagai klub pertama dan yang membesarkan namanya.

"Saya betul-betul mencintai PSM, cuma saya tak bisa egois," kata Rahmat saat berbincang dengan Ferdinand Sinaga, yang diunggah di chanel Youtube, Rabu (8/7/2020).

Rahmat mengaku berat meninggalkan PSM yang sudah dibelanya selama 10 tahun, nmun setelah melelau berbagai pertimbangan Ia memutuskan menerima pinangan klub juara bertahan Liga 1 itu.

"Kalau dibilang perasan pasti berat, saya dari awal karir di PSM sepuluh tahun, tiba-tiba harus pindah. Memutuskan itu berat sekali. Saya tak langsung ambil keputusan, saya sharing dengan keluarga, dan saya diri sendiri," katanya.

"Saya pikir matang-matang apakah keputusan ini terbaik untuk saya. Banyak faktor yang saya pertimbangkan sebelum memutuskan pindah," tambah Rahmat.

Tak hanya itu, pemain asli Takalar ini juga mengaku menginginkan sesuatu yang baru, baik bagi dirinya maupun PSM dn selurih suporternya.

"Saya tahu 10 tahun bukan waktu singkat, mengapa saya memilih pergi, karena saya melihat dan aca berita di sosmed, saya lihat komentar suporter sebagian besar kayaknya ingin melihat sesuatu yang baru, ujarnya.

"Kalau 10 tahun cuma saya saja, tak ada hiburan baru untuk mereka. Sementata sepak bola adalah hiburan, kita selain cari nafkah juga memberi hiburan," sambung Rahmat.

Menurutnya, jika sudah tak bisa menghibur di PSM, Ia lebih memilih memberi hiburan di tempat lain, sehingga PSM bisa mencari penggantinya yang bisa menunjukkan hiburan baru.

"Ketika apa yang kita miliki tak bisa lagi mnghibur, saya ambil diri membawa ke tempat lain, siapa tahu bisa menghibur di tempat lain, dan semoga pengganti saya bisa memberi hiburan baru ke suporter supaya minat datang nonton lebih besar," terngnya.

Rahmat juga mengaku banyak menerima masukan pemain lain dan pelatih.

"Mereka bilang kau butuh suasana baru supaya ada tantangan baru, biar bisa mengelurkan kemampuan di tempat lain," tutur Rahmat.

Meski kini tak lagi di PSM, namun Rahmat mengatakan tetap cinta dan kini memposisikan diri sebagai suporter.

"Sekarang posisinya kecintaan tak akan berubah, meski sudah membela tim lain. Saya menjadi seorang suporter PSM, walau di tim lain, saya masih kepoi, kalau sempat saya nonton PSM," pungkasnya.

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved