Makassar Lawan Corona

Mulai 9 Juli Warga Luar Tanpa Surat Bebas Covid Dilarang Masuk Makassar, Gimana Karyawan & Pedagang?

Mulai 9 Juli 2020 warga luar tanpa Surat Bebas Covid-19 dilarang masuk Makassar, gimana karyawan & pedagang? Berikut penjelasan lengkapnya!

Tribunmaros.com/ AM Ikhsan
ILUSTRASI. Jelang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar, petugas gabungan penanganan Covid-19 yang terdiri dari TNI, Polri dan Instansi terkait lainnya, melakukan uji coba di jalur simpang lima, batas Kota Makassar-Maros, Selasa (21/4/2020) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mulai 9 Juli 2020 warga luar tanpa Surat Bebas Covid-19 dilarang masuk Makassar, gimana karyawan & pedagang? Berikut penjelasan lengkapnya!

PJ Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin membeberkan beberapa poin dalam Perwali yang rencananya akan diterbitkan Pemkot Makassar dalam menanggulangi Covid-19.

Kabar Buruk buat Gubernur Sulsel dan Pj Wali Kota Makassar, Banyak Karyawan PHK Mereka Butuh Bantuan

5 Fakta Pernikahan Viral Selisih 32 Tahun, Warga Makassar Nikahi Gadis Pinrang Usia 12 Tahun

ILC TV One Bahas Kesaktian Koruptor Joko Tjandra, Apakah Mahfud MD, Kejagung, Polisi Kecolongan?

Perwali terkait larangan warga luar masuk Makassar jika tak memiliki keterangan Surat Bebas Covid-19.

Menurut dia pegawai negeri /swasta serta pedagang dikecualikan dalam aturan Perwali tersebut.

"ASN, Polri-TNI dan karyawan swasta boleh masuk termasuk pedagang. Perwali ini kita rumuskan dengan pertimbangan bahwa Covid harus ditangani dengan mempertimbangkan roda ekonomi. Ini juga harus kita jalankan semaksimal mungkin, katanya, Senin (6/7/2020).

Pj Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin bersilaturrahmi ke kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih, Makassar, Rabu (1/7/2020). Selain silaturrahmi, dalam kunjungan ini Prof Rudy juga mengajak media untuk berkolaborasi dalam menangani pandemi Covid-19 di Kota Makassar.
Pj Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin bersilaturrahmi ke kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih, Makassar, Rabu (1/7/2020). Selain silaturrahmi, dalam kunjungan ini Prof Rudy juga mengajak media untuk berkolaborasi dalam menangani pandemi Covid-19 di Kota Makassar. (TRIBUN-TIMUR.COM/MUH ABDIWAN)

Ia mengaku pihaknya tak ingin pengawasan yang dilaksanakan dalam Perwali ini menganggu ekonomi kota.

"Prinsipnya, kita tidak ingin lagi fokus di Covid-19 namun ekonomi anjlok, tangani ekonomi covid tidak tertangani. Iya kan? sehingga kita ambil pertimbangan yang paling bermanfaat buat masyarakat," tuturnya.

Dirinya tidak memungkiri akan ada pihak yang terganggu dengan penerapan Perwali ini.

"Bahwa ada yang merasa terganggu, pasti. Karena kita dihadapkan pada dua hal yang harus kita tangani secara simultan," paparnya.

Bagaimana dengan nasib paggandeng atau paggade-gade, pedagang kecil yang berkeliling menjajakan dagangannya?

Sebagian dari pedagang kecil ini berasal dari luar Makassar dan mencari sesuap nasi di ibu kota provinsi.

Halaman
123
Penulis: Saldy Irawan
Editor: Sakinah Sudin
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved