Breaking News:

Bank Mandiri

Dukung Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional, Bank Mandiri Perkuat Sinergi

Bank Mandiri Wilayah X/Sulawesi dan Maluku menggelar diskusi Talkshow lewat virtual meeting, Selasa (7/7/2020).

Bank Mandiri
Bank Mandiri Wilayah X/Sulawesi dan Maluku menggelar talkshow lewat virtual meeting, Selasa (7/7/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bank Mandiri Wilayah X/Sulawesi dan Maluku menggelar diskusi Talkshow lewat virtual meeting, Selasa (7/7/2020).

Diskusi talkshow lewat virtual meeting dengan tema Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional digelar dengan menghadirkan empat narasumber dari berbagai background.

Antara lain, Pengamat Ekonomi atau Rektor IBK Nitro Prof Marsuki DEA, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani, Ketua BPD PHRI Sulawesi Selatan sekaligus CEO PT Phinisi Hospitality Indonesia Anggiat Sinaga dan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono.

Talkshow yang berlangsung dua jam tersebut diikuti kurang lebih 120 peserta dari Bank Mandiri Sulawesi dan Maluku.

Program ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dicanangkan pemerintah untuk mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian.

Tujuan program PEN melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya selama pandemi Covid-19.

Untuk UMKM, program PEN diharapkan dapat memperpanjang nafas UMKM dan meningkatkan kinerjanya agar berkontribusi pada perekonomian Indonesia.

Dalam usahanya memulihkan perekonomian, Pemerintah memberikan beberapa dukungan untuk dunia usaha, antara lain dengan menempatkan dana pemerintah di empat bank BUMN.

Penempatan dana tersebut harapannya dapat disalurkan kepada pelaku bisnis khususnya segmen UMKM agar dapat kembali bangkit.

Regional CEO Bank Mandiri wilayah X/ Sulawesi dan Maluku Angga Erlangga Hanafie mengatakan, bicara pemulihan ekonomi nasional tidak bisa hanya satu sektor misalnya pengusaha, tapi juga harus dari pihak regulator.

"Perbankan harus bisa bergandengan tangan dengan para pengusaha, tapi juga harus berjalan dengan pihak regulasi untuk melihat penerapan protokol di sektor pengusaha seperti restaurant atau perhotelan berjalan atau tidak," katanya.

Halaman
12
Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved