PSM Makassar
Bincang Bola Virtual Bahas Gizi dan Nutrisi Pemain PSM
Bincang virtual kali ini menghadirkan Ahli Gizi PSM Makassar Yani Perwitasari, serta dua punggawa Juku Eja, Rasyid Bakri dan Hilman Syah.
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tribun Timur menggelar Bincang Bola Virtual Seri #5, bertema Gizi dan Nutrisi Pemain di Masa Pandemi, Selasa (7/7/2020).
Bincang virtual kali ini menghadirkan Ahli Gizi PSM Makassar Yani Perwitasari, serta dua punggawa Juku Eja, Rasyid Bakri dan Hilman Syah.
Yani mengatakan, sejak menjadi ahli gizi atau nutrisionist PSM, tugasnya untuk menyiapkan menu makanan tim serta mengalisa tubuh masing-masing pemain.
"Tugas saya membuat menu makan pemain, dan mengontrol asupan mereka. Saya punya laporan rutin ke pelatih untuk menganalisa para pemain, apakah kelebihan berat badan atau kurang," kata Yani.
Dijelaskan Yani, untuk atlet, makanan harus seimbang, tak perlu konsumsi berlebihan untuk mendapatkan tenaga.
"Atet itu tak perlu berlebih, tapi asupan kalori, serta protein dan karbo, itu harus terpenuhi. Tak perlu makanan banyak untuk mendapatkan tenaga yang banyak, semua sudah diatur dengan pas," terangnya.
Yani mencontohkan, dua hari sebelum pertandingan, makanan untuk para pemain benar-benar diatur sedemikian rupa.
"Dua hari sebelum tanding itu makanan benar-benar diatur. Untuk karbo biasanya dari spageti atau kentang. Terus ikannya khusus seperti salmon dan tuna. Sayurannya pun ditumis dengan minyak zaitun, dan supnya tak boeh terlalu banyak bumbu, cuma garam dan merica," papar Yani.
Aturan makanan, menurut ahli gizi yang bergabung di PSM sejak 2017 ini, diterapkan oleh para pelafih asing seperti Robert Rene Alberts, Darije Kalezic, hingga Bojan Hodak.
"Saat terjadi pergantian pelatih hampir sama, aturannya coach Rene dan Darije hampir sama, termasuk Bojan. Mereka percayakan semua ke saya untuk urusan makanan pemain," ucap dia.
Meski menu yang disajikan kerap tak sesuai selera pemain, khususnya lokal, namun menurut Yani para pemain tetap profesional dan mengikuti aturan.
"Teman sangat profesional, mereka benar profesional menjaga asupan makanan, apa yang saya siapkan itu yang mereka makan. Nah setelah tanding, baru viasnya saya kasih hadiah makanan spesial seperti nasi goreng, sate, ayam goreng, yang paling ditunggu pemain itu adalah makanan setelah tanding," bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bincang-virtual-kali-ini-meng34edds.jpg)