Breaking News:

Pilwali Makassar

Pengamat Politik Unismuh: Potensi Jegal Usungan Parpol Besar di Pilwali Makassar

Hingga saat ini, belum ada formulir B1-KWK yang dikeluarkan Partai Politik (Parpol) pada Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Makassar.

TRIBUN-TIMUR.COM/MUH HASIM ARFAH
Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hingga saat ini, belum ada formulir B1-KWK yang dikeluarkan Partai Politik (Parpol) pada Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Makassar.

Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto melihat, ini menjadi momok menakutkan bagi para calon wali kota. Potensi jegal usungan masih terbuka lebar jelang pendaftaran pada 4-6 September 2020.

“Potensi jegal usungan itu besar. Ada peluang yang sangat potensial, dukungan partai dibajak atau diambil alih calon lain," katanya saat ditemui pada diskusi Bedah Peta Pilwalkot Makassar belum lama ini.

Menurutnya, partai juga tidak memiliki prosedur yang standar untuk menentukan calon kandidat.

"Banyak partai yang membuka pendaftaran tapi juga menyiapkan shortcut (jalan pintas),” ujarnya.

Luhur menjelaskan, di setiap partai politik ada banyak gerbong.

Faksi inilah yang menjadi pintu untuk mendapatkan rekomendasi. Jalan pintas inilah yang memungkinkan jegal rekomendasi partai terjadi.

“Karena selalu tersedia jalan pintas untuk merubah dukungan politik partai yang sudah ditetapkan. Dan saya kira Appi (Munafri Arifuddin) sudah punya pengalaman membangun koalisi besar,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini merupakan masa kritis bagi para kandidat dan partai politik dalam menentukan pilihan.

Kandidat yang telah mencukupi jumlah kursi untuk mendaftar calon wali kota, disarankan untuk lebih fokus mempertahankan rekomendasi partai yang sudah di tangan ketimbang berusaha menggembosi partai kandidat lain.

“Jangan sampai lebih fokus menggembosi rekomendasi partai orang lain, sementara partai pendukung sendiri lepas,” katanya.(*)

Laporan Wartawan tribun-timur.com, @fadhlymuhammad

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved