Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Latihan Virtual

Corona, Atlet Renang Indah Sulsel Latihan Virtual Bersama Atlet Mancanegara

Latihan virtual dilakukan untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan kemampuan para atlet, meski untuk sementara tak bisa berlatih di kolam renang.

Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL
Pelatih Renang Indah Sulsel Shelvy Melowa 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pandemi Covid-19 membuat atlet renang indah Sulawesi Selatan memanfaatkan cara virtual untuk latihan dalam rangka persiapan PON Papua.

Latihan virtual dilakukan untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan kemampuan para atlet, meski untuk sementara tak bisa berlatih di kolam renang.

Pelatih Renang Indah Sulsel Shelvy Melowa mengatakan, sejak Virus Corona mulai msuk ke Indonesia khususnya Sulawesi Selatan, Ia langsung memutuskan menghentikan latihan di kolam renang.

"Mulai 20 Maret kami menjalani latihan di rumah masing-masing secara virtual dan tak pernah lagi ke kolam, sejak ada pengumuman dua pasien postif pertama. Di situ saya langsung putuskan mending latihan virtual karena terlalu beresiko, apalagi kolam adalah tempat terbuka ubtuk publik," kta Shelvy baru-baru ini.

Shelvy menjelaskan, tak hanya sesama atlet Susel, latihan virtual bahkan dilakukan bersama atlet dan pelatih mancanegara, seperti Jepang dan Kanada.

"Kami join latihan dengan atlet luar seperti Jepang dan Kanada. Awalnya kita undang atet olimpic dari Jepang, dari situ anak-anak langsung punya pandngan terbuka bahwa seperti inilih yang harus kita lakukan di msa pandemi," ujar Shelvy yang juga tergabung di klub pelatih Benua Amerika.

Berbagai hal dibahas versama melalui virtual, seperti bagaimana menjaga mental pemain, bahkan hingga latihan make up dan desaimln pakaian renang.

"Di situ kami sharing apa yang perlu dilakukan di masa pandemi. Pertama memang harus perhatikan mental atlet, kedua bagaimana motivasi mereka bahwa dalam masa pandemi mereka tetap berkembang," terangnya.

"Kita melakukan banyak hal, kelas make up, perbaiki teknik berenang, team building, latihan balet, nutrisi, dan desain baju renang," tambahnya.

Lanjut Shelvy, penundaan PON 2020 Papua memang sempat membuat mental para anak asuhnya turun, sehingga dibutuhkan berbagai cara untuk kembali bangkit, salah satunya dengan latihan virtual.

"Mental anak-anak drop, karena kita sudah latihan sejak Desember dengan peningkatan luar biasa, lalu tiba-tiba dihentikan untuk jangka waktu yang ditentukan, itu langsung bikin drop," ucapnya.

"Tapi di masa pandemi ini kita juga punya kesempatan memperbaiki kekurangan-kekurangan selama ini dan memberikan role model kepada mereka. Sebenarnya kalau tak ada pandemi mungkin sekarang kita sudah try out ke luar negeri, tapi saya dan tim tak mau berkecil hati, kami lakukan virtual try out," pungkasnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved