Breaking News:

Seorang Bayi di Polman Tewas Setelah Diimunisasi, Ini Gejala dan Penjelasan Dokter

Seorang bayi di Kecamatan Matakali, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, meninggal usai diimunisasi di Puskesmas Matakali.

Penulis: Nurhadi | Editor: Muh. Irham
kompas.com
ilustrasi 

Penyakit ini merupakan tipe pneumonia yang paling sering terjadi pada anak-anak dan menjadi penyebab utama kematian anak-anak di bawah lima tahun.

Bronkus adalah saluran napas besar yang menghubungkan trakea/saluran napas atas dengan paru-paru. Bronkus-bronkus ini memiliki banyak cabang yang membentuk saluran napas kecil yang disebut bronkiolus.

Pada ujung tiap bronkiolus terdapat kantong berisi udara kecil yang disebut alveolus. Dalam alveolus inilah pertukaran oksigen dengan karbondioksida terjadi.

Ketika mengalami pneumonia, alveolus paru akan mengalami peradangan dan dipenuhi cairan. Akibat dari infeksi ini adalah terjadinya gangguan fungsi paru dan masalah pernapasan.

Gejala penyakit ini biasanya diawali dengan indikasi seperti flu pada umumnya. Semakin hari, infeksi yang terjadi pada paru ini dapat menimbulkan gejala yang semakin parah.

Pengidap dewasa dan anak-anak bisa mengalami gejala yang berbeda-beda.

Gejala bronkopneumonia pada orang dewasa

1. Batuk berdahak.
2. Demam, bisa disertai menggigil.
3. Sakit kepala.
4. Pegal-pegal.
5. Sesak napas.
6. Terus berkeringat.
7. Napas cepat.
8. Nyeri dada akibat batuk yang parah.
9. Pada kalangan lanjut usia (lansia), dapat terjadi kebingungan atau delirium.
10. Mual
11. Muntah
12. Tidak nafsu makan

Gejala bronkopneumonia pada bayi dan anak-anak

1. Batuk-batuk.
2. Hidung tersumbat.
3. Demam.
4. Detak jantung cepat.
5. Anak lebih rewel dari biasanya.
6. Sulit tidur.
7. Tarikan otot dada.
8. Kadar oksigen dalam darah yang rendah.

Penyebab bronkopneumonia bisa bakteri, virus, maupun jamur. Namun yang paling sering menyebabkan penyakit ini adalah bakteri, seperti Streptococcus pneumonia dan Haemophilus influenza tipe B.

Bakteri ini dapat menyebar ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin sehingga melepaskan bakteri ke udara. Kemudian, orang lain yang menghirup bakteri tersebut dapat tertular.(*/tribun-timur.com)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved