Seorang Bayi di Polman Tewas Setelah Diimunisasi, Ini Gejala dan Penjelasan Dokter

Seorang bayi di Kecamatan Matakali, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, meninggal usai diimunisasi di Puskesmas Matakali.

Penulis: Nurhadi | Editor: Muh. Irham
kompas.com
ilustrasi 

POLEWALI, TRIBUN - Seorang bayi di Kecamatan Matakali, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, meninggal usai diimunisasi di Puskesmas Matakali.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun Tribun, pada Kamis 25 Juni, bayi bernama Al Falah, diberikan vaksinasi dan polio di Puskesmas Matakali, kondisi bayi saat itu dalam keadaan sehat.

Setelah dilakukan vaksinasi, kondisi bayi memburuk. Namun keesokan harinya, di bekas suntikan vaksinasi tersebut, keluar darah segar.

Tak hanya sampai di situ, bayi tersebut mengalami demam hebat dan terus menangis. Karena terus menangis, suara Al Falah sempat menghilang.

Senin, 29 Juni 2020, sang bayi dibawa ke rumah sakit dalam keadaan sesak nafas, dan meninggal pada subuh dini hari.

Menurut informasi keluarga, pada tubuh bayi terdapat banyak lebam-lebam.

Kepala Puskesmas Matakali, Ahmad menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga.
Dia mengatakan, apa yang dialami pasien bayi Al Falah, bukan unsur kesengajaan oleh pihak medis.

"Karna kami sudah delapan tahun di sini. Barusan ada kejadiian begini. Artinya kegiatan-kegiatan imunisasi yang kita lakukan di sini selalu berdasarkan SOP yang ada," kata Ahmad, kepada wartawan saat menyambangi kediaman keluarga Al Falah, di Rea, Kecamatan Matakali, Rabu (1/7/2020).

Dokter Matakali, Sintia mengatakan, kematian bayi Al Falah dikarenakan bronkopneumonia (infeksi pernapasan yang berat) berdasarkan diagnosis dokter spesial anak di RSUD Polewali.

"Dokter rumah sakit curiganya DBD karna ada juga demam tinggi. Untuk konfirmasinya lebih lengkapnya harus periksa darah dan trombisit, DBD itu trombositnya menurun, karena tidak sempat diperiksa, jadi kita tidak bisa menerka-menerka karena apa," tuturnya.

Sementara, kakek bayi, Rusman mengaku tidak menerima alasan yang disampaikan pihak puskesmas, bahwa cucunya meninggal karena gangguan pernafasan.

"Kalau kita liat situasi waktu dibawa ke puskesmas, cucu saya masih sehat, makanya saya bertanya tadi kesimpulannya apa, tapi mereka hanya diam. Bisa saja kami melaporkan secara hukum kalau pihak puskesmas belum memberikan kesimpulan dari masalah ini," pungkasnya.

Lalu apa sebenarnya bronkopneumonia tersebut?

Bronkopneumonia adalah jenis pneumonia yang melibatkan peradangan pada alveolus (kantung udara) dan bronkus (saluran udara).

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved