Tribun Wajo

TPA Bau-bau di Pitumpanua Wajo Dinilai Prematur, Tak Terapkan Sistem Sanitary Landfill

TPA Bau-bau di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo baru setahun lebih dioperasikan. Namun, kondisinya kini tak keruan.

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Kondisi TPA Bau-bau di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Senin (29/6/2020). 

TRIBUNWAJO.COM, PITUMPANUA - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bau-bau di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo baru setahun lebih dioperasikan. Namun, kondisinya kini tak keruan.

Sampah masyarakat dari sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Pitumpanua tak terkelola dan cuma menumpuk. Bahkan, sekali waktu penjaga TPA menutup sementara lantaran sampah meluber ke badan jalan.

Menyikapi hal itu, aktivis lingkungan hidup di Kecamatan Pitumpanua, Rudi Amin menyebutkan jika TPA Bau-bau tersebut adalah bom waktu.

Menurutnya, pemerintah hanya memindahkan sampah ke tempat lain atau dalam bahasanya, cuma memindahkan masalah ke tempat lain, tapi tidak menyelesaikan masalah.

"TPA ini sebenarnya terlalu prematur dan tanpa SOP yang baik, akhirnya bakalan jadi masalah tersendiri di kemudian hari, buktinya saja sudah pernah ditutup sementara gara-gara tidak dikelaola dengan baik," katanya kepada Tribun Timur, Senin (29/6/2020).

Pemerintah Kabupaten Wajo mesti memikirkan secara matang sebelum menunjuk sebuah lokasi untuk dijadikan TPA. Sistem sanitary landfill, yang menjadi standar penyediaan tempat pembuangan akhir malah tidak diterapkan.

"Harusnya pakai sistem sanitary landfill supaya air lindinya tidak meresap ke dalam tanah, atau ke daerah pemukiman warga, karena faktanya di dekat TPA Bau-bau ada mata air yang mengalir ke Sungai Siwa, otomatis air lindi atau leachate itu bercampur dengan air sungai," katanya.

Selain itu, alumni STIMIK Dipanegara Makassar itu juga menyoroti tak adanya alat berat yang dioperasikan untuk TPA. Padahal, berdasarkan Undang-undang nomor 18 tahun 2008, pemerintah daerah semestinya melakukan evaluasi atau pengerukan secara berkala setiap 6 bulan.

"Usia TPA itukan 20 tahun, pemerintah harus lakukan pemantauan dalam hal ini pengerukan secara berkala setiap 6 bulan, di TPA Bau-bau yang sudah setahun lebih malah cuma baru sekali dikeruk dan diratakan, itupun setelah ada masalah kemarin," katanya.

Dirinya berharap, sebelum TPA Bau-bau menimbulkan banyak masalah di kemudian hari, semestinya pemerintah Kabupaten Wajo memberi perhatian khusus.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved