Tribun Soppeng

Tak Ingin Ada Klaster Pilkada, Dosen Al Gazali Soppeng Sarankan KPU Lakukan Rapid Test Bagi PPDP

Meski pandemi belum berakhir, akan tetapi mau tidak mau penyelanggara pemilu baik KPU dan Bawaslu harus mulai bekerja per tanggal 15 juni kemarin.

Tak Ingin Ada Klaster Pilkada, Dosen Al Gazali Soppeng Sarankan KPU Lakukan Rapid Test Bagi PPDP
Handover
Rusdianto

TRIBUNSOPPENG.COM,LALABATA - Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Soppeng, kembali dilanjutkan.

Meski pandemi belum berakhir, akan tetapi mau tidak mau penyelanggara pemilu baik KPU dan Bawaslu harus mulai bekerja per tanggal 15 juni kemarin.

Dosen Al Gazali Soppeng, Rusdianto mengatakan, tahapan awal yang akan dilakukan oleh KPU ialah perekrutan Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP).

Sehingga untuk memberikan jaminan keselamatan kepada seluruh warga negara di masing-masing desa/kelurahan, KPU harus mewajibkan para anggota PPDP menjalani Rapid atau swab test.

"Sistem kerja PPDP yang harus melakukan coklit data pemilih mau tidak mau bersentuhan dengan masyarakat banyak," ungkap Rusdianto, Selasa (30/6/2020).

Olehnya itu, selain menerapkan protokol kesehatan dengan mengunakan APD harus ada jaminan kepastian bahwa petugas PPDP nantinya steril dari covid 19.

Ini adalah upaya pencegahan terhadap Potensi penularan covid 19.

"Jangan sampai nanti memunculkan pasien covid klaster pilkada, tambah Rusdianto yang juga merupakan pengajar Hukum Tata Negara dan Pengamat Hukum Pemilu.

Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved