Breaking News:

Tribun Bulukumba

Calon Penumpang Tujuan Selayar di Pelabuhan Bira Bulukumba Wajib Tunjukkan Hasil Rapid Test

Selain suhu badan harus di periksa, para calon penumpang tujuan kabupaten berjuluk Tanadoang itu, wajib menunjukkan hasil rapid tes.

nurwahidah / tribun timur
suasana di i Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Senin (3/6/2019)pagi. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, BONTOBAHARI - Calon penumpang tujuan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendapat pemeriksaan ketat di Pelabuhan Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba.

Selain suhu badan harus di periksa, para calon penumpang tujuan kabupaten berjuluk Tanadoang itu, wajib menunjukkan hasil rapid test.

Pemeriksaan ketat tersebut, merupakan perintah Bupati Selayar M Basli Ali, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Selayar.

Beberapa warga mengeluhkan hal tersebut, pasalnya mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyeberang.

Seperti salah satunya disampaikan oleh Irfan, Selasa (30/6/2020).

"Kalau dibilang terbebani, sudah pasti. Kita harus bayar tiket Rp24 ribu per orang. Ditambah harus memperlihatkan bukti rapid tes, dan ini sekali periksa Rp650 ribu, berlaku hanya tiga hari. Kan menyiksa namanya," kata Irfan.

Seharusnya, kata pria bertubuh jangkung ini, pemerintah menggratiskan, atau paling tidak memberikan subsidi bagi warga yang melakukan pemeriksaan.

Pasalnya, anggaran setiap daerah dalam penanganan covid-19 ini, terbilang cukup besar.

"Kan bisa digunakan sebagian anggaran (Penanganan Covid-19) itu. Kami rakyat kecil merasa tercekik dengan kondisi saat ini," tambahnya.

Sekadar diketahui, Kapal Motor Penumpang (KMP) yang beroperasi pada semua lintasan penyeberangan dan pelabuhan laut di wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar, dibolehkan menjual tiket penumpang yang dibatasi sampai 50 persen termasuk kernek, sopir.

"Dan penumpang kendaraan khusus dan kendaraan pribadi dengan tetap melaksanakan Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19, dengan membawa dan menunjukkan Keterangan Rapid Test, menjaga jarak minimal 1 meter dan semua menggunakan masker," kata Basli Ali.

Begitupun para sopir dan kernek angkutan logistik dan barang serta penumpang lainnya, dilarang naik ke kapal tanpa menggunakan masker.

Dan apabila dimungkinkan akan dilakukan Rapid Test di setiap 10 hari di Pelabuhan Pamatata, dan apabila reaktif maka dilakukan penanganan sesuai protokol kesehatan oleh Tim Gugus Tugas.

Untuk Kapal Motor Penumpang (KMP) yang ada di wilayah Kepulauan diberikan kelonggaran mengangkut penumpang, dalam melakukan perjalanan pada wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar.

Kecuali masyarakat yang datang dari luar wilayah Kepulauan Selayar harus menunjukkan hasil pemeriksaaan Rapid Test dan tetap menggunakan masker. (TribunBulukumba.com)

Laporang Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved