Tribun Wajo

Air Lindi TPA Bau-bau Wajo Bisa Cemari Lingkungan, DPRD Sebut Butuh Penanganan Serius

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bau-bau di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo belakangan menjadi sorotan

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Komisi III DPRD Wajo berkunjung ke TPA Bau-bau di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Selasa (30/6/2020). 

TRIBUNWAJO.COM, PITUMPANUA - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bau-bau di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo belakangan menjadi sorotan. Pasalnya, tak ada pengolahan sampah yang dilakukan pemerintah.

Aktivitas yang berjalan hanya sebatas pengangkutan sampah. Tak adanya proses pengolahan dipastikan akan memicu masalah lain.

Seperti sampah menumpuk tanpa ada pengolahan, produksi air lindi meningkat dengan risiko pencemaran lingkungan.

Menyikapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Wajo, Taqwa Gaffar menyebutkan jika TPA Bau-bau memang perlu penanganan khusus.

"Pemerintah harus persiapkan program jangka pendek untuk TPA Bau-bau ini, menimal kalau tidak ada alat berat untuk meratakan sewa dulu," katanya, saat mengunjungi TPA Bau-bau, Selasa (30/6/2020).

Selain itu, hal yang paling penting dan mendesak adalah penanganan air lindi atau leachate yang berpotensi mencemari lingkungan.

"Yang perlu diantisipasi sesegera mungkin ini air lindinya, karena dekat dengan mata air anak sungai Siwa, otomatis pasti akan mencemari sungai. Tapi kita tetap butuh kajian soal pencemaran lingkungannya," katanya.

Sementara, Kabid Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Wajo, Andi Lendra Perdana Putra menyebutkan sistem yang digunakan di TPA Bau-bau adalah sistem open dumping.

"Jangka pendeknya kita akan bawakan alat berat untuk meratakan sampahnya, dan tentu juga akan kita pikirkan bagaimana soal lindinya, apakah dibuatkan penampungan khusus atau bagaimana," katanya.

Lebih lanjut, Andi Lendra menyebutkan, perencanaan TPA Bau-bau akan dilakukan sistem Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

"TPST nantinya akan membuat produksi sampah makin sedikit, karena kita olah, seperti lindinya bisa jadi bio gas, ada pengomposan, dan sampah-sampah juga bisa bernilai ekonomi bagi masyarakat," katanya. (*)

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved