Tribun Wajo

Tiga Kadernya Dipukuli Polisi, PMII Cabang Wajo Datangi Mapolres Wajo

Mereka mengutuk aksi pemukulan oknum polisi di Pemekasan, Jawa Timur terhadap tiga kader PMII saat melakukan aksi penolakan tambang ilegal, Kamis

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH
Aktivis PMII Cabang Wajo mendatangi Mapolres Wajo, Senin (29/6/2020), sebagai bentuk solidaritas atas tiga kader PMII Cabang Pemekasan yang menjadi korban tindakan represif polisi. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), mendatangi Polres Wajo, Senin (29/6/2020).

Mereka mengutuk aksi pemukulan oknum polisi di Pemekasan, Jawa Timur terhadap tiga kader PMII saat melakukan aksi penolakan tambang ilegal, Kamis (25/6/2020) lalu.

Ketua PMII Cabang Wajo, Ahmad Taufik menyebutkan, aksi yang dilakukan adalah aksi solidaritas untuk tiga kader PMII Cabang Pemekasan yang menjadi korban kebrutalan polisi.

"Kami meminta kepastian hukum kepada oknum yang telah melanggar, dan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku," katanya.

Para kader PMII Cabang Wajo itu diterima Kapolres Wajo, AKBP Dedy Dewantho. Dirinya merespon aksi solidaritas kader PMII Cabang Wajo itu.

"Saya selalu menyampaikan kepada seluruh personil Polres Wajo tentang tugas-tugas di lapangan, dan kalaupun ada hal yang tidak sesuai tetap mengingat 3 falsafa Bugis yaitu sipakatau, sipakainge, sipakalebbi," katanya.

Dirinya menjamin, tak akan ada tindakan represif aparat kepolisian di Kabupaten Wajo terhadap aksi-aksi yang tetap sesuai koridor hukum.

Alhasil, mantan Kapolres Soppeng itu pun membuat pernyataan sikap.

Ada tiga poin, yakni Kapolres Wajo beserta jajaran bersiap melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat Kabupaten Wajo dalam menyampaikan aspirasi apapun bentuknya.

Poin kedua yaitu, apabila aspirasi terjadi tindakan represif oleh aparat Polres Wajo, maka bersiap memberikan sanksi kepada anggotanya sesuai dengan aturan perundangan-undangan yang berlaku.

Sementara ketiga, jika perihal di atas tidak dilaksanakan, Kapolres Wajo bersedia mengundurkan diri dari jabatannya dan dianggap gagal dalam menegakkan hukum.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved