Tribun Sinjai

Sudah 30 Tahun Terbaring Lemah di Sangiasseri Sinjai, Hidup Rahmi Hanya Bergantung pada Keluarganya

Rahmi (40), warga Lingkungan Cappagalung, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan hanya bisa duduk membungkuk.

TRIBUN-TIMUR.COM/SYAMSUL BAHRI
Rahmi (40), warga Lingkungan Cappagalung, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan berusaha untuk berdiri. 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI SELATAN - Rahmi (40), warga Lingkungan Cappagalung, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan hanya bisa duduk membungkuk dan baring saat ini.

Ia menderita sakit sejak tamat dari SMAN 1 Sinjai Selatan (sekarang SMAN 2 Sinjai) pada tahun 1990 silam, atau 30 puluh tahun lalu.

Kepada Tribunsinjai.com, Senin (29/6/2020), ia menceritakan bahwa saat itu tiba-tiba ia mengalami sakit kepala lalu menggigil demam.

Tak lama, perubahan pada tubuh Rahmi sengat cepat, kurus dan tak mampu berjalan. Setelah itu ia juga gemetar saat duduk dan berdiri.

Seiring waktu, tubuh Rahmi tampak pucat, suara tak jelas jika berbicara.

Pasca terkena penyakit tersebut oleh orang tuanya Marta dibantu anggota keluarga lainnya membawanya ke Rumah Sakit Pelamonia waktu itu.

Hanya sekali ia dibawa lalu dibawa pulang karena penyakit Rahmi tak berubah, tetap merasa sakit, gemetar dan tak mampu berjalan.

Disamping itu keluarganya sudah tidak memiliki biaya saat itu, sebab biaya berumah sakit mahal saat itu.

Rahmi memilih berobat tradisional di kampungnya hingga sampai di Kabupaten Bone.

Namun penyakitnya tak berangsur sembuh dan pulih. Atas kondisi itu, Rahmi memilih memutuskan tidak berobat lagi dan tinggal di rumah hingga kini.

Halaman
123
Penulis: Samsul Bahri
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved