Kolom Ahmad M Sewang

Persatuan Umat Islam Sebagai Obsesi

Suatu ketika ada yang memata-matai penulis saat mengikuti pelatihan di Sepmi dan dilaporkan kepada seorang Kiyai yang sangat berwibawa.

TRIBUN TIMUR/DESI TRIANA ASWAN
Prof Dr Ahmad M Sewang MA 

Oleh: Ahmad M. Sewang
Guru Besar UIN Alauddin Makassar - Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Masjid Mubalig Indonesia Muttahidad (IMMIM)

Penulis bersyukur pada Allah swt. karena ada seorang ahli hikmah tempat curhat pada setiap masalah yang diragukan, seperti untuk mempublis tulisan ini lebih dahulu mohon pertimbangan beliau.

Siapa ahli hikmah itu? Penulis tidak akan menginfokan untuk menghindari terganggunya ketulusan hati beliau.

Jadi sebelum tulisan ini dipublis setelah lebih dahulu beliau memberikan lampu hijau. Penulis ragu, karena menyangkut masalah privat. Semoga saja ada manfaatnya.

Sudah lama jadi impian agar umat bersatu dalam satu saf.

Kabar Gembira dari WHO: 15 Vaksin Covid-19 Sudah Uji Klinis, Bukan Amerika Eropa Sudah Pesan Duluan

Obsesi ini tumbuh sejak meninggalkan kampung halaman, tempat pertama mengenalkan tradisi keagamaan, pindah menuju ke ibu kota kabupaten, Polewali, Sulawesi Barat, tahun 1972.

Di sana penulis menemukan kehidupan yang berbeda dengan di kampung.

Jika di kampung keberagamaan seragam, tetapi di kota itu, penullis mulai melihat bahwa Islam sangat beragam.

Penulis penasaran, apalagi masih dalam umur pencaharian, hampir semua kegiatan berbagai organisasi penulis masuki, mulai dari IPNU, yang memang tumbuh di kampung sampai kegiatan tarekat, PII, IPM, dan Sepmi.

Suatu ketika ada yang memata-matai penulis saat mengikuti pelatihan di Sepmi dan dilaporkan kepada seorang Kiyai yang sangat berwibawa.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved