Kolom Teropong

Penjabat Wali Kota Makassar, Hukum Rimba, dan Storm Leader

Sesungguhnya sang penjabat walikota yang juga seorang professor kehutanan dapat saja menerapkan prinsip di hutan dengan satwa binatang buas didalamnya

dokumen Abdul Gafar
Abdul Gafar 

Oleh: Abdul Gafar
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin, Makassar

Maju dan mundurnya sebuah negara atau daerah tergantung dari kemampuan pemimpinnya. Seorang pemimpin harus menjadi contoh terbaik dalam berkata dan berperilaku.

Dalam kepemimpinan tradisional di Sulawesi Selatan dikenal adanya prinsip iya kana, iya gau. Satunya kata dengan perbuatan.

Apa yang dikatakan, itu yang dilaksanakan. Yang justeru sering terjadi pada diri seorang pemimpin, lain yang dikatakan, lain pula yang dilaksanakan.

Jabatan adalah suatu amanah yang dicantelkan ke pundak seseorang untuk dilaksanakan. Sebagai konsekuensinya, sang pejabat wajib menjalankan amanah tersebut dengan baik.

Masa jabatan tergantung dari posisi dan kewenangan yang diberikan. Ada yang sampai 5 tahun. Kemudian diperpanjang lagi 5 tahun berikutnya.

Dulu Namanya Mamuju Utara, Kini Jadi Pasangkayu, Begini Sejarahnya

Lalu diusulkan lagi untuk diperpanjang, diperpanjang, dan diperpanjang.

Sebaliknya ada juga yang ‘hanya’ seumur jagung bahkan lebih singkat lagi dari itu. Seperti yang baru saja terjadi di Kota Makassar.

Seorang penjabat wali kota hanya bertugas sekitar 40-an hari saja. Ini merupakan masa jabatan yang terpendek.

Entah apa alasannya sehingga penjabat ini ‘dicopot’.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved