Maklumat Dicabut, Angin Segar untuk Industri Hotel, Pariwisata Hingga Wedding Organizer

eputusan ini mendapat sambutan baik dari para pelaku di bidang industri perhotelan dan Wedding Organizer (WO).

TRIBUN-TIMUR.COM/MUH ABDIWAN
Wedding organizer (WO) menggelar simulasi pelaksanaan drive thru wedding di pelataran Hotel Claro, Jl AP Pettarani Makassar, Minggu (28/6/2020). Para tamu yang datang memberikan selamat dari dalam mobil yang mereka kendarai, tanpa turun dari mobil dan melakukan kontak dengan pasangan pengantin sebagai implementasi kebijakan physical distancing untuk meminimalisasi penyebaran wabah Covid-19 di masa Pandemi. 

Maklumat Dicabut, Angin Segar untuk Industri Hotel, Pariwisata Hingga Wedding Organizer

TRIBUN-TIMUR.COM , MAKASSAR - Kapolri Jenderal Idham Azis baru-baru ini mencabut maklumat nomor MAK/2/III/2020 yang memuat larangan mengadakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa, seperti pesta pernikahan di tengah pandemi virus corona.

Bak mendapat angin segar, keputusan ini mendapat sambutan baik dari para pelaku di bidang industri perhotelan dan Wedding Organizer (WO).

Maklum, saat awal pandemi Covid-19 masuk dan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), seluruh kegiatan berkumpul dilarang keras untuk mencegah penyebaran virus.

Alhasil industri perhotelan, pariwisata hingga Wedding organizer pun ikut tiarap. 

Tak heran pencabutan maklumat ini mendapat sambutan positif dari para pelaku industri tersebut.  

"Ini menjadi kabar baik, karena kegiatan sudah bisa digelar dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan covid-19," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga, Senin (29/6/2020).

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga (Ist)


Dengan begitu, banyak sektor perekonomian bergerak kembali. Selain hotel dan WO, restoran hingga pariwisata pun demikian.

"Dan saya pastikan semua hotel sudah siap dengan protokol kesehatan sesuai yang diharapkan," ia menambahkan.

Senada disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Sulawesi Selatan (Sulsel), Junaidi Salam.

Ia menyebut semua industri tentu sudah siap dengan tatanan New Normal, sehingga dalam mempersiapkan suatu even tentu harus berdasarkan protokol kesehatan.

"Selain hotel industri lain pun akan kembali hidup, seperti jasa dekorasi, makeup pengantin, sound system, wedding organizer, entertainment, catering dan banyak lagi," kata Junaidi.

GM Hotel Dalton Makassar, Junaidi Salam
GM Hotel Dalton Makassar, Junaidi Salam (Dok Pribadi Junaidi Salam)


Terpisah, Owner Allyson Wedding Planner, Alvin Putra Gossidhy mengaku telah menyusun protokol kesehatan yang akan dijalankan demi mendukung kebijakan pemerintah tersebut.

Ia membeberkan, selama ini banyak calon mempelai yang antusias ingin melaksanakan resepsi pernikahan, hanya saja masih menunggu kebijakan dari pemerintah.

Allyson Event Planner, Alvin Putra Gossidhy memberikan keterangan terkait pelaksanaan Royal Wedding Fair dan Food Festival 2019 di Bambudent I lantai 3 jl Gunung Latomojong, Kamis, (21/2/2019).
Allyson Event Planner, Alvin Putra Gossidhy memberikan keterangan terkait pelaksanaan Royal Wedding Fair dan Food Festival 2019 di Bambudent I lantai 3 jl Gunung Latomojong, Kamis, (21/2/2019). (tribun timur/muhammad abdiwan)


"Dengan dicabutnya maklumat kapolri, akan diikuti juga dengan kebijakan dari pemerintah daerah sehingga roda perekonomian bisa berjalan dan karyawan pun bisa kembali memulai aktifitas pekerjaan setelah vakum selama kurang lebih empat bulan," bebernya.

Wajib Izin

Meski dicabut, kegiatan melibatkan orang banyak harus dilaksanakan dengan memenuhi syarat protokol kesehatan.

Kemudian izin ke pemerintah setempat dan tim gugus.

“Jika dinilai sudah sesuai protokol kesehatan maka akan diberikan izin," ungkap Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan, Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo (TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH)


Ia juga mengajak masyarakat supaya konsisten menerapkan protokol kesehatan. (*)

Regulasi Mudah Diadaptasi

Owner Allyson Wedding Planner, Alvin Putra Gossidhy menambahkan harapannya, agar di era new normal dapat diikuti regulasi yang mudah diadaptasi.

Salah satunya syarat keberangkatan menggunakan pesawat lebih dipermudah.

Bukan tanpa alasan, sebab keberangkatan antar kota juga menjadi kendala calon mempelai.

Masalahnya, saat ini persyaratan utama untuk berangkat yakni wajib menjalani terlebih dahulu Rapid test hingga swab test.

“Banyak hal jadi pertimbangan calon mempelai dengan keadaan sekarang. Karena tidak sedikit resepsi pernikahan melibatkan keluarga atau vendor pernikahan bahkan tamu yang diundang dari luar kota," kata Alvin (*)

Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Ilham Mulyawan Indra
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved