Korupsi Dana Desa

Korupsi Dana Desa, Kades Sepakuan Mamasa Tak Kunjung Ditahan

Kasus korupsi dana desa yang melibatkan kepala Desa Sepakuan, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) masih tersendat.

TRIBUN-TIMUR.COM/SEMUEL
Kasat Reskrim Polres Mamasa, Iptu Dedi Yulianto 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Kasus korupsi dana desa yang melibatkan kepala Desa Sepakuan, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) masih tersendat.

Pasalnya, kasus korupsi dana desa yang melibatkan Kepala Desa Sepakuan, Daniel Kapuangan yang dilaporkan sejak awal 2019 lalu, hingga kini belum juga dilimpahkan ke pengadilan.

Sebelumnya berdasarkan penghitungan teknis oleh dinas PU menunjukkan dugaan kerugian negara sebesar Rp 245.556.654, terdiri atas dua item pekerjaan masing-masing Rp160 juta lebih dan Rp 80 juta lebih.

Kerugian Rp 160 juta ini diduga kegiatannya fiktif atau auditornya total lose, sebab tidak ada prestasi yang dihasilkan namun ada pengeluaran anggaran.

Sementara kerugian yang sebesar Rp 80 juta, lebih pada kerugian akibat hal teknis, yakni kurang volume atau spesifikasi bahan dan material yang digunakan tidak sesuai.

Pada awal tahun 2020, kasus ini telah melalui proses P21 atau penyerahan berkas perkara ke pihak Kejaksaan Negeri oleh Polres Mamasa.

Namun perkembangan terakhir dari kasus ini, pihak Kejaksaan Negeri mengembalikan berkas perkara tersebut ke Pihak Polres.

Hal itu berdasarkan pengakuan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mamasa, Iptu Dedi Yulianto saat dikonfirmasi di Mapolres Mamasa, Senin (29/6/2020) siang.

Dedi menjelaskan, berkas kasus tersebut telah dilimpahkan, namun oleh Kepala Seksi Pidana Khusus, Kejari Mamasa, mengembalikan berkas itu.

Pengembalian berkas itu didasari beberapa hal, yakni masih akan dilakukan penelitian dan beberapa berkas yang dianggap kurang lengkap.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved