UIN Alauddin

Keringanan UKT Mahasiswa UIN, WR II: Kita Perjuangkan Aspirasi Mahasiswa

SK ini menanggapi keluarnya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 515 Tahun 2020 tentang Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Mahasiswa pada PTKIN

UIN Alauddin
Pemeringkatan peminat Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN) 2020 untuk pilihan pertama menempatkan UIN Alauddin Makassar di urutan ketiga secara nasional. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - UIN Alauddin Makassar menerbitkan SK Nomor 491 tahun 2020, tentang keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Kamis (25/6/2020).

SK ini menanggapi keluarnya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 515 Tahun 2020 tentang Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Mahasiswa pada PTKIN.

Wakil Rektor II UIN Alauddin, Wahyuddin Naro menyampaikan, SK Rektor tersebut adalah implementasi KMA 515 tentang keringanan UKT.

“Jadi SK Rektor itu merupakan penjabaran rinci dari KMA 515, setelah lebih awal memberikan ruang pada pimpinan fakultas untuk melakukan penggodokan tentang mekanisme keringanan UKT mahasiswa,” jelas Wahyuddin.

Wahyuddin melanjutkan, Rektor UIN Alauddin dalam Forum Rektor PTKIN, senantiasa memperjuangkan aspirasi yang berkembang di tengah-tengah mahasiswa.

“Rektor aktif mendorong aspirasi terkait UKT itu, makanya setelah KMA 515 tersebut terbit, pimpinan kampus dan fakultas segera menindaklanjuti,” tutupnya.

Skema keringanan UKT sebagaimana tertuang dalam SK Rektor UIN Alauddin tersebut, terdiri dari pengurangan biaya sebesar 10 %, perpanjangan waktu pembayaran, pengangsuran pembayaran hingga pembebasan biaya UKT.

Keringanan Uang Kuliah Tunggal berlaku bagi mahasiswa Program Diploma dan Strata Satu (S1) yang sedang menjalankan perkuliahan Semester III, V, VII, IX, XI dan XIII. Tahun Akademik 2020/2021.

Rinciannya, pengurangan UKT diberikan sebesar 10% dari nominal UKT yang telah ditetapkan, dan berlaku untuk pembayaran UKT Semester Gasal Tahun Akademik 2020/2021.

Untuk perpanjangan waktu pembayaran UKT Semester Gasal Tahun Akademik 2020/2021 berlaku sampai dengan tanggal 2 Oktober 2020.

"Jika sampai batas akhir yang ditentukan mahasiswa tidak melakukan pembayaran, maka dianggap cuti kuliah," terang Wahyuddin.

Sementara untuk cicilan pembayaran UKT bebas bunga (0%), ketentuan pembayaran diangsur dua kali sejumlah 50% dari total UKT mahasiswa.

Angsuran pertama dimulai pada 24 Juli - 31 Agustus 2020, dan angsuran kedua pada 1 September - 2 Oktober 2020.

"Jka tidak melakukan pelunasan pada angsuran kedua, maka mahasiswa dianggap cuti kuliah, dan selanjutnya pembayaran angsuran pertama dijadikan saldo awal untuk pelunasan UKT pada semester berikutnya," katanya. (tribun-timur.com)

Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved