Update Corona Gowa

Bupati Gowa Serukan Covid-19 Bukan Aib

Adnan Purichta Ichsan menegaskan mereka yang positif terpapar virus corona atau Covid-19 seharusnya tidak mendapat stigma yang negatif.

Humas Pemkab Gowa
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan melakukan silaturahmi virtual dengan pasien Covid-19, Sabtu (27/6/2020). 

TRIBUNGOWA.COM, SUNGGUMINASA - Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menegaskan mereka yang positif terpapar virus corona atau Covid-19 seharusnya tidak mendapat stigma yang negatif dari masyarakat.

Pasalnya Covid-19 ini adalah pendemi yang memang dirasakan hampir di seluruh negara di dunia.

"Mereka yang positif Covid-19 seharusnya mendapat support dari masyarakat agar mereka dapat sembuh dengan cepat. Karena Covid-19 ini bukan aib melainkan virus yang menyerang manusia," katanya dalam rilis yang diterima tribun-timur.com, Minggu (28/6/2020).

Pasien yang hadir dalam silaturrahmi tersebut pun ada yang sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit dan ada pula yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Sehingga kata Bupati Adnan dibutuhkan edukasi kepada masyarakat agar tetap mendukung dan mensupport mereka yang terpapar Covid-19.

Adnan mengatakan, ketika ada orang di sekeliling maupun keluarga tertular, masyarakat harus berikan mereka dukungan.

"Tujuannya kita membantu mereka sembuh, karena secara tidak langsung akan mempengaruhi psikologinya yang berimbas pada sistem imun dan daya tahan tubuhnya," katanya.

Menurutnya, jika sistem imun dari mereka yang terpapar semakin hari semakin baik maka peluang untuk sembuh secara cepat semakin besar.

"Tetap semangat, tetap saling mendukung memberikan motivasi agar daya tahan tubuh semakin baik. Bapak ibu yang sudah sehat jangan tetap lupa berolahraga yang tidak terlalu berat, berjemur 3 kali seminggu, sementara yang masih menjalani perawatan semoga segera sembuh agar bisa kembali berkumpul dengan keluarga," harapnya.

Bupati Adnan mengaku, laju penularan Covid-19 semakin meningkat karena dipicu kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran masih sangat kurang.

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved