Tribun Sinjai

Belasan Tahun Pakai Sekolah Berlantai Tanah Liat, Warga Boja Segera Miliki Gedung SD Permanen

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, A Jefrianto Asapa menyampaikan bahwa sekolah tersebut segera memiliki ruangan kelas baru.

Ist
Guru honor Hude bersama relawan mengajar murid di SDN Jarak Jauh Boja, saat difoto beberapa waktu lalu 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI SELATAN- Setelah belasan tahun murid SDN Jarak Jauh 45 Boja, Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan, Sinjai belajar tanpa lantai semen dan dinding bocor, kini mulai diperhatikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa menyampaikan bahwa sekolah tersebut segera memiliki ruangan kelas baru.

"Kami sudah mendapat surat dari Dinas Kehutanan untuk pemakaian lahan pembangun kelas jauh Boja, sekaligus juga kami mengukur luas tanah utk pembuatan Desain dan rekomendasi PUPR untuk pengusulan DAK 2021," kata Jefrianto, Minggu (28/6/2020).

Pada akhir pekan kemarin, ia menginstruksikan kepala sekolah setempat untuk lebih mencari tenaga honor guru bagi kelas jauh Boja.

Langkah itu sebagai alternatif jika guru ASN berhalangan.

Kebijakan lain, yakni mewajibkan guru dari sekolah induk bergiliran mengajar di Boja.

Jefrianto juga akan mengupayakan PGRI di Sinjai untuk menyumbang meja dan bangku, serta mengupayakan bantuan semen dan pasir untuk lantai kelas agar bukan lagi tanah liat.

Sekolah tersebut tidak bisa dibangun pemerintah karena perkampungan warga masuk dalam lahan kehutanan.

Atas kendala itu, pemerintah selama ini hanya memperbolehkan guru melakukan proses belajar mengajar meski berlantai tanah dan dinding atal seng yang bocor.

Sehingga ternak ayam dan anjing setiap hari masuk di dalam ruangan.

Akses dari jalan Desa ke kampung Boja sekitar tujuh kilometer. Jalanan masuk ke Boja masih gunakan jalan tanah liat saat hujan deras guyur Desa Puncak. (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved