Tribun Polman

Masyarakat Adat Tapango Demo di Polres Polman, Desak Pemilik Akun Facebook Maman Suratman Diadili

Mereka mendesak aparat kepolisian menangkap pemilik akun facebook Maman Suratman.

Ist
Pemuda dan Masyarakat Adat Tapango unjuk rasa di depan Polres Polman. Mereka mendesak pemilik akun facebook Maman Suratman ditangkap karena hina masyarakat adat Tapango. 

TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN - Aliansi Pemuda dan Masyarakat Adat Tapango, melakukan aksi unjuk rasa di Polres Polman, Jumat (26/6/2020).

Mereka mendesak aparat kepolisian menangkap pemilik akun facebook Maman Suratman.

Maman Suratman diduga menghina Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar sebagai Mara'dia (Raja) Tapango dan masyarakat Tapango.

Maman Suratman membuat cuitan di facebook yang melukai hati warga Tapango.

Dia memposting link berita dan foto di facebook berisi kunjungan Gubernur Sulbar ke Ulumanda dengan keterangan

"Marasa gayana i puang. Maraqdiana to Cangngo" (Bagus gayanya Puang. Rajanya orang bodoh,"demikian postingan Maman Suratman yang membuat warga Tapango Geram.

Pemuda Tapango menyampaikan orasi di depan Polres Polman Jl Poros Mamasa - Polman.

Mereka membentangkan pataka berisi kemarahan mereka atas postingan Maman Suratman.

Menurut salah satu pemuda Tapango, Mahmud Subarka, postingan menggeneralkan siapapun yang menganggap Ali Baal Masdar sebagai Maraqdia Tapango berarti adalah orang bodoh.

"Sementara pak Ali Baal itu adalah pemangku adat yang dituakan di Tapango. Jelas ini mencederai hati kami sebagai warga Tapango,"ujar Mahmud Subarka kepada Tribun-Timur.com.

Dia mengatakan perbuatan yang dilakukan Maman Suratman di akun media sosialnya tidak bisa diterima. Selain melakukan ujaran kebencian juga telah menghina masyarakat adat Tapango.

"Makanya kami dari aliansi masyarakat adat Tapango meminta polisi mendatangkan Maman Suratman di Tapango untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung,"ucapnya.

Selain itu, mendesak aparat kepolisian menindak tegas Maman Suratman karena sudah melecehkan masyarakat adat Tapango.

"Maman Suratman telah melanggar Undang-undang IT Nomor 19 Tahun 2016 Pasal 27 ayat 3. Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransaksikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi eletronik dan/atau dokumen eletronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik,"jelasnya.

Kemudian Pasal 28 ayat 2 "setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan ataa suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).(tribun-timur.com).

Penulis: Nurhadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved