FOTO: Pesona Kampung Berua Rammang-rammang

Terletak sekira 35 km dari kota Makassar, perkampungan ini menjadi salah satu destinasi wisata alam andalan masyarakat Maros.

FOTO: Pesona Kampung Berua Rammang-rammang - kampung-berua-dus854.jpg
TRIBUN TIMUR/ SANOVRA
Kampung Berua Dusun Rammang-rammang, terekam dari udara menggunakan kamera Drone, di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulsel, Jumat (26/6/2020).
FOTO: Pesona Kampung Berua Rammang-rammang - kampung-berua-dusu3fd.jpg
TRIBUN TIMUR/ SANOVRA
Kampung Berua Dusun Rammang-rammang, terekam dari udara menggunakan kamera Drone, di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulsel, Jumat (26/6/2020).
FOTO: Pesona Kampung Berua Rammang-rammang - kampung-berua-dusun-ramidf5t.jpg
TRIBUN TIMUR/ SANOVRA
Kampung Berua Dusun Rammang-rammang, terekam dari udara menggunakan kamera Drone, di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulsel, Jumat (26/6/2020).

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Kampung Berua Dusun Rammang-rammang, terekam dari udara menggunakan kamera Drone, di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulsel, Jumat (26/6/2020).

Terletak sekira 35 km dari kota Makassar, perkampungan ini menjadi salah satu destinasi wisata alam andalan masyarakat Maros.

Menariknya karena perkampungan ini dikelilingi perbukitan batu karst yang begitu menawan.

Wisatawan yang datang ke kampung ini tak hanya disuguhi pemandangan bebatuan karst yang meninggi.

Karena tingginya minat wisatawan ke kampung Berua, Rammang-rammang ini sengaja disiapkan padepokan tempat beristirahat yang juga dilengkapi mussolla.

Sekarang hanya ada 18 kepala keluarga dan 18 bangunan rumah panggung yang bermukim di Kampung Berua.

Rata-rata mata pencarian mereka adalah bertani padi dan menjadi guide bagi para wisatawan yang berkunjung.

Untuk mencapai kampung ini kita harus menaiki perahu menyusuri alur sungai Pute.

Perahu adalah satu-satunya alat transportasi yang digunakan oleh penduduk setempat untuk mengangkut barang kebutuhan sehari-hari atau sebagai alat angkutan dari dan ke tambak atau ke sawah.

Saat menyusuri sungai kita juga akan disuguhi pemandangan hutan nipa yang padat beserta perbukitan karst yang menjulang.

Kawasan karst ini termasuk kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah kawasan karst di Yunnan, Tiongkok Selatan.

Tahun 2001 UNESCO memasukkan kawasan karst Maros-Pangkep sebagai kawasan cagar alam yang telah memenuhi 9 syarat termasuk keragaman hayati.

Penulis: Sanovra Jr
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved