Tribun Polman

Bayi Pasien Positif Covid-19 Asal Balanipa Meninggal, Warga Desak Plt Direktur RSUD Polman Dicopot

Massa mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Balanipa, dipimpin Koordinator Lapangan (Korlap) Galih, di perempatan Lamasarian.

Bayi Pasien Positif Covid-19 Asal Balanipa Meninggal, Warga Desak Plt Direktur RSUD Polman Dicopot
Ist
Warga Balanipa Polman unjuk rasa desa Plt Direktur RSUD dicopot karena dianggap gagal berikan pelayanan kesahatan yang baik

TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN -- Manajemen RSUD Polewali Mandar (Polman) didemo warga Kecamatan Balanipa, Jumat (26/6/2020).

Massa mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Balanipa, dipimpin Koordinator Lapangan (Korlap) Galih, di perempatan Lamasarian.

Unjuk rasa tersebut sebagai bentuk protes terhadap pelayanan RSUD Polman.

Mereka menilai ada kelalaian pelayanan medis di RSUD, sehingga mengakibatkan bayi seorang pasien positif Covid-19 meninggal.

Asrul Mawardi salah seorang warga mengungkapkan, pihak RSUD Polman gagal menjalankan amanah UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan pasal 32 ayat (2).

Junto pasal 190 ayat (2), tentang pentingnya memberikan pelayanan kesehatan, bagi penyelamatan nyawa dan pencegahan kecacatan pasien.

"Kami menuntut keadilan, masalah harus diusut,"ujarnya.

Selain itu, mereka juga meminta Plt Direktur RSUD Polman, dr Emy dicopot dan mengevaluasi seluruh pelayanan di rumah sakit.

"Pelayanan yang diberikan oleh pihak RSUD Polman, terkesan mempersulit pasien, makanya kami mendesak agar meninggalnya bayi salah seorang warga Balanipa itu, diperoses secara hukum,"pungkasnya.

Dia mendugga kesehatan bayi dalam kandungan pasien terganggu karena dipompon oleh pihak rumah sakit dengan sejumlah alasan.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved