Kampanye Stop BABS

Terapkan Perilaku Hidup Sehat, Barru Menuju Kabupaten Bebas dari BABS

(Pemkab) Barru tergolong paling aktif di Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam mengampanyekan stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

TRIBUN-TIMUR.COM/DARULLAH
Deklarasi dan penyerahan sertifikat Open Defecation Free (ODF) di beberapa kelurahan atau desa di Kabupaten Barru, Kamis (25/6/2020). 

TRIBUNBARRU.COM, BARRU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru tergolong paling aktif di Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam mengampanyekan stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di semua kelurahan atau desa.

Hal itu terbukti, pasca mensosialisasikan pentingnya stop BABS.

Pemkab Barru di bawah kepemimpinan Suardi Saleh, kini mulai melakukan deklarasi dan penyerahan sertifikat Open Defecation Free (ODF) di beberapa kelurahan atau desa.

Untuk hari ini, Kamis (25/6/2020) Bupati Barru Suardi Saleh dan Ketua TP PKK Barru, Hasnah Syam menyerahkan sertifikat ODF di Kelurahan Tanete dan Desa Pao-pao secara terpisah.

Warga di kelurahan ini dinilai sudah tidak membuang air besar sembarangan.

Suardi Saleh menuturkan, apa yang ditunjukkan pemerintah dan masyarakat di Kelurahan Tanete, patut diapresiasi.

Sebab dengan kesadaran dan kerjasama yang ditunjukkan. Sehingga kelurahan atau desa ini dinyatakan Open Defecation Free atau bebas dari prilaku BABS.

“Semoga apa yang dicapai dan ditunjukkan selama ini dapat dipertahankan. Dan tentu ini bisa menjadi contoh bagi kelurahan atau desa lainnya, terutama di Kecamatan Tanete Rilau,” kata Suardi Saleh di deklarasi dan penyerahan sertifikat tersebut.

Suardi Saleh menambahkan, pola hidup sehat harus menjadi identitas pemerintah dan warga.

Olehnya itu, deklarasi seperti ini harus juga dilakukan kelurahan atau desa lainnya. Pasalnya, salah satu indikator dalam perilaku hidup sehat, yakni tidak buang air besar sembarangan.

Halaman
12
Penulis: Darullah
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved