Gugatan Warga Paselloreng

Sidang Gugatan Warga Paselloreng Terhadap BPN Wajo Ditunda

Gugatan dengan nomor perkara 20/G/Pn.Skg itu menuntut Majelis Hakim untuk mengabulkan peemohonan para pemohon.

TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH
Masyarakat Desa Paselloreng menggugat BPN Wajo di Pengadilan Negeri Sengkang, Kamis (25/6/2020). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Sidang pembacaan permohonan keberatan masyarakat Desa Paselloreng terhadap Badan Pertanahan Nasional (BPN) Wajo digelar di Pengadilan Negeri Sengkang, Kamis (25/6/2020).

Gugatan dengan nomor perkara 20/G/Pn.Skg itu menuntut Majelis Hakim untuk mengabulkan peemohonan para pemohon.

Menyatakan nilai ganti rugi kerugian yang dikeluarkan Kepala Kantor BPN Wajo selaku ketua pengadaan tanah Pembangunan Bendungan Paselloreng telah menlanggar ketentuan UU nomor 2 tahun 2012tentang pengadaan tanah untuk kepentingan umumterkait prinsip keadilan, keterbukaan dam kemanusiaan.

"Kepala BPN Wajo selaku ketua pengadaan tanah pembangunan bendungan Paselloreng agar menetapkan harga tanah sawah milik para pemohon sebesar 70 ribu per meter dan untuk harga tanah perumahan dengan harga tanah 300 ribu per meter," kata salah satu pendamping hukum masyarakat Desa Paselloreng, Firmansyah.

Setelah agenda gugatan dibacakan pada sidang pertama, selanjutnya agenda sidang dijadwalkan pada Senin (29/6/2020).

"Pihak tergugat telah memberikan jawabannya atas gugatan kami, dan sidangnya ditunda pada hari Senin nanti," kata pendamping hukum asal YLBHI-LBH Makassar.

Ada 18 warga yang Desa Paselloreng yang menggugat BPN Wajo sekaitan adanya tindakan diskriminasi atas pembayaran tanah warga.

"Berdasarkan informasi yang kami terima dari klien kami bahwa ada perlakuan istimewa kepada kelompok tertentu. Nah, ini bisa jadi salah sumber dari ketidakadilan dan itu salah satu fakta yang akan kami uji dalam persidangan nantinya," katanya.

Sidang pertama tersebut molor beberapa jam. Sembari menanti waktu persidangan, mereka membentangkan papan wicara dengan berbagai macam tulisan seperti, "Kami melawan pembangunan yang sewenang-wenang", "Jangan korbankan masa deoan anak cucu kami hanya demi investasi", "Pembangunan untuk kehidupan dan kesejahteraan rakyat", "BPN Kab. Wajo ajja mappasalaingeng" dan banyak tulisan ekspresif lainnya.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved